Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Wabup Asep Sopari Pimpin Langsung Penguatan Ekonomi Desa, Pemkab Tasikmalaya Siapkan 7.000 Pinjaman Tanpa Bunga
Tasikmalaya

Wabup Asep Sopari Pimpin Langsung Penguatan Ekonomi Desa, Pemkab Tasikmalaya Siapkan 7.000 Pinjaman Tanpa Bunga

Signature: XIECHC3Dzh408wFWMZUySkfbL90/aYVoEpeyr1OoBe7HzFjLna+Bcb/Mir6JGc0fMmKKJIK8aQhYShI+nqnlCGYsNkgC4g69flmVhZchbGbP0KE+c6WLwon1zYXO22vT/6AFMV03qdvRjAaXK/x4pqgHcqtzg6yViYOtFe/YGXx8QGa8ld4FSaXeDdJbqJWXZ4Y3vRFilLNj+p4qTntMG567eAiVfvR6ARY7FMm9h2v2EtPgrSdB0Cd+tWThUc6h

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi desa. Salah satu langkah konkret yang segera diluncurkan adalah program pinjaman tanpa bunga bagi sekitar 7.000 pelaku usaha baru di seluruh wilayah desa.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis Pemkab Tasikmalaya untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat bawah, sekaligus membuka peluang usaha baru secara masif.

“Ini adalah langkah nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan kemudahan akses permodalan bagi masyarakat, khususnya pengusaha pemula,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, Pemkab Tasikmalaya tidak hanya menggagas program, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menyiapkan seluruh aspek pendukung, mulai dari administrasi hingga skema akses ke perbankan agar masyarakat bisa mendapatkan pinjaman dengan lebih mudah.

Menurut Asep, skema pinjaman yang disiapkan juga dirancang fleksibel demi meringankan beban masyarakat. Jangka waktu pinjaman bisa mencapai dua tahun bahkan lebih, menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha.

“Pemkab hadir memastikan program ini benar-benar membantu. Masa pinjaman juga kami dorong lebih panjang agar pelaku usaha bisa berkembang tanpa terbebani,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, Pemkab Tasikmalaya mengoptimalkan dukungan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui skema dana titipan yang fleksibel secara regulasi, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

Asep juga menegaskan pentingnya pemerataan dalam pelaksanaan program ini. Ia memastikan Pemkab Tasikmalaya akan mengawal distribusi bantuan agar menjangkau seluruh desa tanpa terkecuali.

“Pemkab Tasikmalaya berkomitmen agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat, tetapi merata sampai ke desa-desa,” tegasnya.

Selain permodalan, Pemkab juga mendorong pemanfaatan peluang usaha berbasis digital. Menurut Asep, dengan dukungan pemasaran online dan jasa logistik yang semakin berkembang, pelaku usaha desa memiliki kesempatan besar untuk tumbuh.

Ia menilai, dengan modal sekitar Rp5 juta, masyarakat sudah dapat memulai usaha yang kompetitif, terutama di sektor makanan yang berkualitas, higienis, dan dikemas secara modern.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemkab Tasikmalaya melalui dinas terkait langsung bergerak cepat menyiapkan langkah teknis. Wakil Bupati pun telah menginstruksikan percepatan realisasi agar manfaat program segera dirasakan masyarakat.

Sementara itu, jajaran Pemkab melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan juga disiapkan untuk memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari pembinaan hingga fasilitasi akses ke perbankan.

Program ini menjadi bagian dari upaya besar Pemkab Tasikmalaya dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Exit mobile version