Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Polres Tasikmalaya Siaga Penuh Kawal Euforia Bobotoh di Tasikmalaya, Skema “Pagar Betis” Disiapkan
Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya Siaga Penuh Kawal Euforia Bobotoh di Tasikmalaya, Skema “Pagar Betis” Disiapkan

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya – Polres Tasikmalaya meningkatkan pengamanan guna mengantisipasi potensi lonjakan massa suporter saat laga Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Meski pertandingan berlangsung di Bandung, aparat kepolisian memprediksi euforia suporter juga akan memadati sejumlah titik di wilayah Tasikmalaya.

Pengamanan difokuskan untuk mengawal kegiatan nonton bareng (nobar) hingga potensi konvoi suporter usai pertandingan. Salah satu titik yang diperkirakan menjadi pusat keramaian berada di kawasan Universitas Cipasung (Uncip), Singaparna.

Kabag Ops Polres Tasikmalaya, Kompol Galatikko Nagiewanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan khusus dengan menerapkan skema “pagar betis” di sejumlah jalur yang diprediksi dilintasi massa suporter.

“Kami libatkan seluruh personel, termasuk dukungan dari TNI, Satpol PP, Dishub, hingga Brimob. Skemanya adalah ‘pagar betis’ yang dibagi dalam beberapa beat atau jalur untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kompol Galatikko, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, pengamanan akan dilakukan selama dua hari, mulai dari berlangsungnya pertandingan hingga puncak euforia kemenangan yang diprediksi masih berlanjut sampai akhir pekan.

Polres Tasikmalaya juga telah memetakan jalur yang berpotensi menjadi lintasan konvoi suporter. Kepadatan diperkirakan terjadi selepas pertandingan atau menjelang waktu Magrib.

“Setelah pertandingan selesai sekitar jam 6 sore, biasanya massa langsung bergerak. Kami sudah memetakan rute konvoi suporter, mulai dari Uncip, Jalan Muktamar, jalan Badak Paeh, Kudang, Ciseda, Al-Furqon, dan berakhir di Alun-alun Singaparna,” jelasnya.

Selain rombongan resmi, polisi turut mengantisipasi munculnya massa liar yang datang secara mandiri dari berbagai wilayah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan ketertiban apabila tidak dikendalikan sejak awal.

Sebagai langkah preventif, jajaran Polres Tasikmalaya telah melakukan razia penyakit masyarakat serta pemeriksaan kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan.

Polisi menilai dua faktor utama yang kerap memicu kericuhan saat konvoi suporter yakni pengendara dalam kondisi mabuk dan penggunaan kendaraan tidak standar.

“Dua sumber masalah utama adalah kendaraan tidak standar dan kondisi fisik yang mabuk. Ini sangat berbahaya. Kami tetap lakukan tindakan persuasif, menghimbau agar konvoi tidak menutup jalan dan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan lain,” tegas Kabag Ops.

Pihak kepolisian berharap euforia suporter dapat berlangsung aman dan tertib. Meski diperkirakan aktivitas massa mulai mereda sekitar pukul 20.00 WIB, aparat tetap disiagakan hingga situasi benar-benar kondusif di seluruh wilayah hukum Polres Tasikmalaya.

Exit mobile version