Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Perumda TRS Pastikan Pasokan Air Subang Aman Hadapi Kemarau 2026
Informasi Jawa Barat Peristiwa Subang

Perumda TRS Pastikan Pasokan Air Subang Aman Hadapi Kemarau 2026

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Subang – Perumda Tirta Rangga Subang memastikan ketersediaan air baku untuk menghadapi musim kemarau tahun 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi.

Direktur Teknik Perumda TRS, Nana Ruhyana, menyebut debit air dari sejumlah sumber mata air di wilayah Kabupaten Subang masih sangat melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Alhamdulillah untuk sumber air baku yang kita miliki saat ini, khususnya yang berada di wilayah selatan, cukup melimpah. Sehingga saat menghadapi musim kemarau ini, para pelanggan tidak usah khawatir akan kekurangan air baku,” ujar Nana, saat dihubungi, Senin,(25 Mei 2026)

Ia menjelaskan, sumber air baku di Cipondoh Cisalak memiliki debit mencapai 1.100 liter per detik. Namun sebagian besar air tersebut masih terbuang ke aliran Sungai Cipunegara.
Sementara itu, sumber air di Kecamatan Tanjungsiang memiliki kapasitas hingga 1.400 liter per detik, tetapi baru dimanfaatkan sekitar 25 liter per detik. Sedangkan sumber air Cibulakan memiliki debit sekitar 1.000 liter per detik dan baru dimanfaatkan sekitar 200 liter per detik.

Menurut Nana, kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan air baku di Kabupaten Subang masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama musim kemarau.

Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai potensi penurunan debit air di sumber mata air Cimaga yang berada di wilayah Sagalaherang. Namun hingga saat ini sumber air tersebut belum pernah mengalami kekeringan.

“Semoga saja di musim kemarau ini tidak mengalami kekeringan sehingga debit airnya tetap normal,” katanya.

Selain mengandalkan sumber mata air di wilayah selatan, pasokan air baku untuk wilayah Pantura Subang yang berasal dari aliran Sungai Tarum Timur juga dipastikan masih aman.

Nana menilai Kabupaten Subang memiliki keuntungan geografis dibanding daerah lain seperti Indramayu dan Cirebon yang kerap mengalami penurunan debit air saat musim kemarau.

“Kebetulan Subang diuntungkan karena berada di tengah-tengah, tidak seperti Kabupaten Indramayu atau Cirebon yang menggunakan air baku dari aliran Sungai Tarum Timur,” tandasnya.(HR)

Exit mobile version