Lingkup.id Serba - Serbi Informasi 7 Kecamatan di Subang Alami Kekeringan, Dinas Ketahanan Pangan Klaim Stok Cadangan Pangan Aman
Informasi Jawa Barat Peristiwa Subang

7 Kecamatan di Subang Alami Kekeringan, Dinas Ketahanan Pangan Klaim Stok Cadangan Pangan Aman

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, SUBANG – Musim kemarau mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ribuan hektare sawah yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air irigasi, sehingga petani diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp7 juta per hektare.

Kekeringan terjadi setelah curah hujan menurun dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya sejumlah saluran irigasi yang menyebabkan aliran air ke areal persawahan terhenti.

Akibatnya, tanaman padi yang baru berusia sekitar satu setengah bulan mulai mengering. Bahkan, di sejumlah lokasi, lahan sawah tampak retak-retak karena kekurangan air.
Salah seorang petani, Sasmin, mengaku khawatir apabila kondisi ini terus berlanjut.

Menurutnya, petani terancam gagal panen dan kehilangan pendapatan.

“Kalau tidak segera turun hujan atau air irigasi kembali mengalir, padi bisa puso. Biasanya kami bisa panen tiga kali dalam setahun, sekarang bisa jadi hanya satu kali. Banyak petani juga terpaksa mencabut tanaman padi untuk dijadikan pakan ternak,” ujar Sasmin.

Kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai sekitar Rp7 juta per hektare karena biaya tanam yang sudah dikeluarkan tidak dapat kembali.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) masih dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai berdampak terhadap produksi pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Rahmat Effendi, mengatakan saat ini cadangan pangan daerah masih tersedia sebanyak 78 ton yang merupakan sisa cadangan tahun 2025.

“Cadangan pangan pemerintah daerah saat ini masih tersedia sekitar 78 ton. Stok tersebut diperkirakan masih mencukupi hingga akhir tahun. Kami juga memastikan ketersediaan cadangan pangan melalui Bulog dalam kondisi aman,” kata Rahmat Effendi. Kamis, (09/07/2026).

Rahmat menambahkan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan musim kemarau dan berupaya menjaga stabilitas pasokan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Dewi Lestari, mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian.

“Kami terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan dinas terkait agar dampak kekeringan terhadap ketahanan pangan dapat diminimalkan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pangan masih tersedia dan dalam kondisi aman,” ujar Dewi Lestari.

Pemerintah Kabupaten Subang juga mengimbau petani untuk terus berkoordinasi dengan petugas pertanian setempat agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secepat mungkin.(HR)

Exit mobile version