Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Mudik Balik Lebaran 2026, Polda Jabar Libatkan Pesantren dan Masjid untuk Layanan Pemudik
Tasikmalaya

Mudik Balik Lebaran 2026, Polda Jabar Libatkan Pesantren dan Masjid untuk Layanan Pemudik

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup id, Tasikmalaya – Menghadapi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan bagi para pemudik, khususnya yang melintasi jalur selatan Jawa Barat. Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan saat bersilaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (27/2).

Silaturahmi yang berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan itu menjadi bagian dari upaya konsolidasi Polda Jawa Barat dengan tokoh agama dan masyarakat, guna mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan humanis.

“Saya bersilaturahmi ke Abah saya, KH Ubaidillah, Pimpinan Ponpes Cipasung. Pondok pesantren ini memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial dan telah melahirkan banyak tokoh nasional. Peran ulama dan pesantren sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial di masyarakat,” ujar Irjen Rudi Setiawan, didampingi Pejabat Utama Polda Jabar serta Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Prista Utama.

Kapolda Jabar menegaskan, penguatan nilai akhlakul karimah dan karakter kebangsaan di kalangan santri menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Rudi Setiawan juga memaparkan strategi Polda Jawa Barat dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemanfaatan rumah ibadah sebagai pusat pelayanan pemudik.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat. Masjid-masjid yang berada di jalur arteri, khususnya masjid besar, akan diseleksi untuk dijadikan pos pelayanan pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran,” jelasnya.

Melalui pos pelayanan tersebut, kepolisian akan menyediakan fasilitas istirahat, tempat ibadah, serta konsumsi sederhana bagi para pemudik yang singgah.

“Kami menyiapkan minuman dan makanan ala kadarnya, seperti rebusan, yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk berbuka puasa maupun sahur. Ini merupakan bentuk pelayanan agar pemudik merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan,” tambah Kapolda.

Pimpinan Ponpes Cipasung, KH Ubaidillah Ruhiyat, menyambut baik kunjungan Kapolda Jawa Barat dan menyatakan kesiapan pesantren serta rumah ibadah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

“Kami merasa bersyukur atas silaturahmi ini. Selain mempererat hubungan, kami juga berdiskusi mengenai pembinaan santri agar memiliki akhlak yang baik dan cinta tanah air,” ujarnya.

Ia juga berharap sinergi antara Polri dan pesantren dapat terus berlanjut, termasuk dalam memberikan ruang dan motivasi bagi santri yang bercita-cita mengabdi sebagai anggota Polri.

“Insyaallah, santri yang kelak menjadi polisi akan membawa nilai-nilai pesantren, sehingga Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tuturnya.

Usai kegiatan silaturahmi, Kapolda Jawa Barat melanjutkan peninjauan jalur mudik selatan Tasikmalaya, tepatnya ruas provinsi Tasikmalaya–Garut melalui Salawu–Tanjowaringin. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, personel pengamanan, serta mengantisipasi potensi kerawanan menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Exit mobile version