Lingkup.id, Tasikmalaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi dinamika penyelenggaraan pemilu serta tantangan komunikasi publik di era digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan In House Training Peningkatan Kapasitas SDM yang digelar di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026). Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan jurnalistik, fotografi instansi, penyusunan narasi visual, serta komunikasi publik yang efektif.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh karyawan KPU Kabupaten Tasikmalaya dari berbagai divisi. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan berita, pengelolaan informasi, fotografi kegiatan, hingga strategi menyampaikan pesan kelembagaan melalui berbagai saluran komunikasi.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Hamzah Pansuri, mengatakan peningkatan kapasitas pegawai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lembaga menghadapi perkembangan politik dan penyelenggaraan pemilu mendatang.
Menurutnya, kemampuan komunikasi tidak hanya harus dikuasai pegawai yang bertugas di bidang hubungan masyarakat, tetapi juga seluruh jajaran sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“SDM di lingkungan KPU harus terus ditingkatkan kapasitasnya. Semua pegawai perlu memahami cara berkomunikasi dan prinsip-prinsip jurnalistik, terutama dalam menyampaikan informasi yang bersumber dari data valid dan resmi,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai lembaga publik, KPU memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap informasi kepemiluan yang disampaikan kepada masyarakat akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Sekretaris KPU Kabupaten Tasikmalaya, Ergun Rahadian, menegaskan pelatihan tersebut bertujuan membekali seluruh pegawai dengan pengetahuan jurnalistik dan kemampuan komunikasi kelembagaan.
Menurutnya, perkembangan media sosial menuntut setiap instansi pemerintah mampu menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan menarik. Karena itu, pengelolaan media sosial juga harus dilakukan secara profesional untuk membangun citra positif lembaga.
“Seluruh karyawan harus memiliki bekal pengetahuan jurnalistik. Mereka juga harus memahami bagaimana mengelola media sosial dengan baik, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat bisa memberikan citra positif bagi KPU,” ungkapnya.
Selain materi jurnalistik dan komunikasi publik, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek hukum dalam pengelolaan serta penyampaian informasi. Hal tersebut menjadi perhatian agar setiap informasi yang dipublikasikan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Deden Rahadian menyampaikan materi mengenai teknik penulisan berita, penyusunan narasi, serta penerapan prinsip-prinsip jurnalistik dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia menjelaskan, kemampuan menulis dapat terus dikembangkan melalui latihan dan praktik secara langsung. Namun, dalam komunikasi publik, hal terpenting bukan sekadar menghasilkan tulisan, melainkan memastikan pesan yang disampaikan dapat dipahami masyarakat.
“Jangan sampai informasi yang disampaikan kepada publik justru sulit dipahami karena menggunakan bahasa yang terlalu administratif. Setiap pesan harus dikemas dengan bahasa yang sederhana, tetapi tetap menjaga substansi informasi,” jelasnya.
Deden juga menyoroti pentingnya menyederhanakan istilah teknis dalam penyelenggaraan pemilu. Istilah yang tercantum dalam dokumen kepemiluan, seperti Formulir Model C dan dokumen administrasi lainnya, perlu disertai penjelasan yang mudah dimengerti masyarakat.
Menurutnya, komunikasi publik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan pesan tersebut diterima dan dipahami sesuai kebutuhan sasaran pembaca.
“Informasi yang disampaikan harus disesuaikan dengan kebutuhan publik. Bahasa yang terlalu teknis perlu disederhanakan agar masyarakat lebih mudah memahami maksud dan isi informasi tersebut,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Tasikmalaya berharap seluruh pegawai semakin memiliki kemampuan dalam mengelola informasi, membangun komunikasi yang efektif, serta menyampaikan berbagai informasi kepemiluan secara profesional, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.


