Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Dua Asrama Ponpes Nurul Huda Tasikmalaya Ludes Terbakar, Satu Santri Luka-Luka
Tasikmalaya

Dua Asrama Ponpes Nurul Huda Tasikmalaya Ludes Terbakar, Satu Santri Luka-Luka

Banner Iklan 1400 x 181

qqqLingkup.id, Tasikmalaya — Kebakaran melanda Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Kubanghurang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kobaran api menghanguskan dua bangunan asrama atau kobong santri. Saat kejadian, sebagian besar santri sedang mengikuti kegiatan belajar di sekolah sehingga tidak berada di dalam asrama.

Namun, seorang santri yang tengah sakit dan sedang beristirahat di dalam kobong menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, korban disebut berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke kolam.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Fajri Adi Nugraha, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

«“Setelah terjadi kebakaran di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kubanghurang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, tadi pada pukul 9 pagi, dua asrama dilalap si jago merah sampai habis,” kata H. Fajri Adi Nugraha.»

Menurutnya, kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh barang milik para santri yang berada di dalam asrama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu orang santri mengalami luka-luka.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Korban luka-luka ada satu orang karena yang bersangkutan sedang sakit. Sebagian santri sedang melaksanakan pembelajaran di sekolah, jadi satu orang tersebut sedang tidur dan langsung loncat ke kolam,” ujarnya.

Petugas dan aparat setempat telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

Pasca kebakaran, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya bersama pihak pesantren mengambil langkah sementara untuk memastikan kegiatan pembelajaran para santri tetap berjalan.

Para santri yang sebelumnya tinggal di asrama untuk sementara dipindahkan dan menggunakan salah satu ruang kelas sebagai tempat tinggal.

“Sekarang kami Kementerian Agama sudah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan. Yang dari asrama sementara tinggal di tempat pembelajaran, di satu kelas untuk tempat tinggal sementara,” kata Fajri.

Selain tempat tinggal sementara, para santri juga membutuhkan berbagai perlengkapan karena barang-barang mereka ikut terbakar.

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya pun berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak para santri, mulai dari pakaian layak pakai hingga perlengkapan keagamaan.

“Pakaian yang dipunya hanya yang dipakai saja, semuanya sudah habis terlalap jago merah. Sementara kami mengajukan ke BAZNAS, mudah-mudahan ada baju layak pakai yang nanti bisa disalurkan,” ujarnya.

Selain pakaian, bantuan yang dibutuhkan antara lain Al-Qur’an, kitab-kitab yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran pesantren, perlengkapan pribadi santri, serta kebutuhan lainnya.

“Memerlukan beberapa hal, terutama Al-Qur’an, kitab yang dikaji dan juga utamanya keperluan pribadi dari para santri karena memang sudah tidak tersisa, seperti baju layak pakai dan kelengkapan-kelengkapan lainnya,” tutur Fajri.

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya mengajak masyarakat, khususnya umat Muslim dan warga sekitar, untuk bersama-sama membantu para santri yang terdampak kebakaran.

Bantuan tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi para santri, tetapi juga untuk mendukung pemulihan fasilitas pesantren, terutama pembangunan kembali asrama yang hangus terbakar.

“Kami mengajak seluruh warga muslim dan juga warga sekitar untuk dapat membantu saudara kita, terutama para santri yang sedang menimba ilmu di Pesantren Nurul Huda yang terjadi kebakaran,” katanya.

Fajri menambahkan, para santri saat ini membutuhkan pakaian layak pakai, sarana dan fasilitas penunjang kegiatan belajar, serta dukungan untuk memperbaiki kembali bangunan asrama yang terbakar.

Sementara itu, penyebab kebakaran dan total kerugian masih dalam proses penanganan serta pendataan oleh pihak terkait.

Exit mobile version