Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Bukan Sekadar Gigi Tiruan, Prostodonti RSUD KHZ Musthafa Tangani Rehabilitasi Gigi hingga Wajah
Tasikmalaya

Bukan Sekadar Gigi Tiruan, Prostodonti RSUD KHZ Musthafa Tangani Rehabilitasi Gigi hingga Wajah

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya – Kehilangan gigi, gangguan fungsi rahang, hingga kondisi pascapembedahan pada area mulut dan wajah kini dapat memperoleh penanganan rehabilitasi di RSUD KHZ. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya.

Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tersebut menghadirkan layanan Poliklinik Prostodonti sebagai bagian dari pengembangan pelayanan spesialistik. Layanan ini tidak hanya menangani pembuatan gigi tiruan, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan rehabilitasi fungsi dan estetika gigi, mulut, hingga wajah.

Direktur RSUD KHZ. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya, dr. Hj. Eli Hendalia, M.H.Kes., mengatakan pelayanan Prostodonti hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap rehabilitasi fungsi dan estetika gigi, mulut, serta wajah.

“Pelayanan Prostodonti berfokus pada restorasi dan pemeliharaan fungsi mulut, kenyamanan, penampilan, dan kesehatan pasien melalui pembuatan gigi tiruan atau penggantian bagian mulut dan wajah yang hilang,” ujar dr. Hj. Eli Hendalia.

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut menjadi salah satu upaya rumah sakit dalam memperluas akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang membutuhkan penanganan khusus.

“Dengan layanan Prostodonti, pasien dapat memperoleh berbagai pilihan rehabilitasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing, baik untuk mengembalikan fungsi maupun menunjang aspek estetika,” katanya.

Salah satu layanan utama yang tersedia di Poliklinik Prostodonti adalah pembuatan gigi tiruan, baik gigi tiruan lepasan maupun gigi tiruan cekat. Layanan tersebut ditujukan bagi pasien yang mengalami kehilangan gigi, sehingga fungsi mengunyah, berbicara, hingga penampilan dapat direhabilitasi.

RSUD KHZ. Musthafa juga menyediakan gigi tiruan cekat berupa crown dan bridge. Tindakan ini dapat digunakan untuk memperbaiki gigi yang mengalami kerusakan maupun menggantikan gigi yang hilang dengan konstruksi yang dibuat sesuai kondisi pasien.

“Gigi tiruan merupakan salah satu bagian dari pelayanan Prostodonti untuk membantu pasien mendapatkan kembali fungsi gigi yang hilang. Jenis dan bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing pasien,” jelasnya.

Tak hanya kehilangan gigi, layanan Prostodonti juga mencakup rehabilitasi Temporomandibular Disorder (TMD) atau gangguan sendi rahang.

Gangguan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti nyeri, ketidaknyamanan ketika mengunyah, hingga gangguan saat berbicara maupun membuka dan menutup mulut.

Pelayanan Prostodonti dapat menjadi bagian dari penanganan pasien dengan gangguan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis.

“Gangguan sendi rahang perlu mendapatkan penanganan yang sesuai karena dapat memengaruhi aktivitas pasien, terutama saat mengunyah dan berbicara,” ujarnya.

Bagi pasien yang membutuhkan penggantian gigi dengan penyangga berupa akar buatan, RSUD KHZ. Musthafa juga menyediakan layanan implant gigi.

Implant gigi merupakan salah satu pilihan rehabilitasi bagi pasien yang kehilangan gigi. Komponen implan ditempatkan pada tulang rahang untuk menjadi penyangga gigi pengganti.

Sementara dari sisi estetika, pelayanan Prostodonti juga menyediakan veneer yang ditujukan untuk membantu memperbaiki tampilan gigi agar terlihat lebih rapi dan menunjang penampilan pasien.

“Pelayanan Prostodonti tidak hanya berkaitan dengan fungsi gigi, tetapi juga dapat mencakup aspek kenyamanan dan estetika. Karena itu, penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien,” kata dr. Hj. Eli Hendalia.

Menariknya, layanan Prostodonti RSUD KHZ. Musthafa juga mencakup kebutuhan rehabilitasi yang lebih spesifik, salah satunya Custom Ocular Prosthesis atau mata tiruan khusus.

Layanan tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi estetik bagi pasien yang membutuhkan mata tiruan. Pembuatan prostesis dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi pasien sehingga dapat dibuat secara lebih personal.

Selain itu, tersedia pula gigi tiruan pascapembedahan atau obturator definitif bagi pasien yang membutuhkan prostesis setelah menjalani operasi pada area mulut maupun wajah.

Obturator dapat membantu mendukung pemulihan fungsi, termasuk fungsi makan dan berbicara, sesuai dengan kondisi pasien.

“Untuk pasien pascapembedahan pada area mulut dan wajah, dibutuhkan rehabilitasi yang tepat agar fungsi yang terganggu dapat dibantu untuk dikembalikan. Salah satunya melalui penggunaan obturator definitif sesuai indikasi pasien,” jelasnya.

Dengan beragam layanan tersebut, RSUD KHZ. Musthafa Kabupaten Tasikmalaya berupaya menghadirkan pelayanan rehabilitasi yang lebih komprehensif bagi masyarakat.

Poliklinik Prostodonti diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat kehilangan gigi, gangguan fungsi rahang, kebutuhan estetika, maupun kondisi pascapembedahan pada area mulut dan wajah.

“Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan yang tersedia di RSUD KHZ. Musthafa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatannya. Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin lengkap dan berkualitas bagi masyarakat,” pungkas dr. Hj. Eli Hendalia.

 

Exit mobile version