Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya APBD Perubahan 2026 Tasikmalaya Dikebut, Infrastruktur Diminta Jadi Pengungkit Ekonomi Warga
Tasikmalaya

APBD Perubahan 2026 Tasikmalaya Dikebut, Infrastruktur Diminta Jadi Pengungkit Ekonomi Warga

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai mengakselerasi sejumlah program setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 resmi disahkan.

Tak hanya mengejar penyelesaian pembangunan fisik, Pemkab Tasikmalaya juga mulai mengarahkan kebijakan anggaran agar infrastruktur yang telah dibangun mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat.

Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al Ayubi mengatakan, pengesahan APBD Perubahan 2026 menjadi momentum untuk merealisasikan sejumlah program yang dinilai mendesak dan dibutuhkan masyarakat, baik berupa pembangunan fisik maupun nonfisik.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Kawasan Sarana Olahraga (SOR) Kabupaten Tasikmalaya.

Asep secara khusus meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya segera mengawal dan mengeksekusi proyek tersebut. Revitalisasi SOR selama ini menjadi salah satu aspirasi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Banyak hal yang harus segera kita realisasikan. Saya mengamanatkan betul kepada jajaran PUPR untuk mengawal revitalisasi sarana olahraga ini. Nanti, dari kawasan SOR tersebut juga akan dibangun jembatan penghubung yang terintegrasi langsung dengan Kompleks Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Asep.

Menurutnya, revitalisasi kawasan olahraga dan pembangunan jembatan penghubung menuju Kompleks Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya merupakan bagian dari perencanaan yang terintegrasi.

Keberadaan sarana olahraga yang memadai, kata Asep, juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik di tengah keterbatasan anggaran.

Karena itu, seluruh perangkat daerah teknis diminta memanfaatkan waktu pelaksanaan secara maksimal. Pekerjaan yang masuk dalam APBD Perubahan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun anggaran 2026.

“Pengerjaan ini tetap harus selesai pada tahun 2026. Maka dari itu, manfaatkan betul kesempatan dan tenggat waktu yang ada,” tegasnya.

Infrastruktur Harus Berdampak ke Ekonomi

Di luar percepatan pembangunan fisik, Pemkab Tasikmalaya mulai menyiapkan arah kebijakan anggaran yang lebih kuat pada transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Asep menilai pembangunan infrastruktur seperti jaringan jalan dan sarana pendidikan yang telah dilakukan di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya perlu diikuti dengan program yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat.

Menurutnya, pembangunan konektivitas jalan yang membentang di berbagai pelosok daerah harus mampu membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di kawasan pinggiran dan perdesaan.

Infrastruktur tidak cukup hanya dilihat sebagai hasil pembangunan fisik. Lebih jauh, keberadaan akses jalan diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.

“Harapan kita semua, infrastruktur jalan panjang yang sudah dibangun ini secara otomatis dapat menjadi pemicu (leverage) untuk mengungkit perekonomian warga di pelosok-pelosok Kabupaten Tasikmalaya,” tutur Asep.

Karena itu, arah intervensi anggaran Pemkab Tasikmalaya ke depan akan diselaraskan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara lebih merata.

Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat yang lebih luas. Bukan hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas SDM, tumbuhnya ekonomi lokal, serta terbentuknya kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

 

Exit mobile version