Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Polres Tasikmalaya Bentengi Pelajar dari Risiko AI, Literasi Digital Jadi Perhatian
Tasikmalaya

Polres Tasikmalaya Bentengi Pelajar dari Risiko AI, Literasi Digital Jadi Perhatian

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar mendorong Polres Tasikmalaya mengambil langkah preventif. Bukan hanya mengenalkan teknologi, kepolisian juga menekankan pentingnya kemampuan siswa menggunakan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Paham AI yang digelar di lingkungan sekolah, salah satunya di SMKN 1 Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya.

Puluhan siswa diajak memahami perkembangan AI sekaligus mengenali berbagai manfaat dan risiko teknologi yang kini semakin mudah diakses melalui perangkat digital.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, melalui Kasi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari, mengatakan pemahaman dasar mengenai AI menjadi hal penting bagi generasi muda yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Edukasi ini diberikan agar para siswa tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman untuk menggunakan AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Triana, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, AI dapat memberikan berbagai kemudahan dalam mendukung aktivitas belajar maupun mengembangkan kreativitas. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring dan memverifikasi informasi yang dihasilkan teknologi.

Pelajar diingatkan agar tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber informasi maupun menggantikan proses berpikir. Teknologi tersebut sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi gagasan dan mendukung proses pembelajaran.

Selain persoalan penggunaan AI, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian. Perlindungan data pribadi serta penghormatan terhadap hak cipta menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.

Polres Tasikmalaya pun berkomitmen mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah secara berkelanjutan. Edukasi diharapkan mampu membekali siswa agar lebih kritis dalam menghadapi berbagai informasi yang muncul di ruang digital.

Langkah preventif tersebut menunjukkan bahwa tantangan keamanan generasi muda kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan di dunia nyata. Ruang digital juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian, termasuk bagaimana pelajar menjaga cara berpikir, etika, serta keamanan dirinya ketika berhadapan dengan teknologi AI.

Dengan pemahaman yang memadai, pelajar diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan AI secara bijak tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab.

 

Exit mobile version