Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pengelola Dapur Tanggung Biaya dan Santunan
Tasikmalaya

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, Pengelola Dapur Tanggung Biaya dan Santunan

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya – Ratusan orang tua siswa yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar pertemuan mediasi dengan pengelola dapur MBG di Aula SMAN 1 Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, pihak pengelola menyatakan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan dan pemberian santunan kepada para korban.

Mediasi ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Cisayong, mulai dari Camat, Kapolsek, Danramil, hingga perwakilan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) serta mitra penyedia makanan.

Camat Cisayong, Ayi Mulyana, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi antara pihak penyedia dengan orang tua siswa yang terdampak. Menurutnya, pihak mitra MBG telah menunjukkan itikad baik dengan menanggung seluruh beban biaya medis.

“Pihak SPPG berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh atas segala kekurangan yang ada. Kejadian ini menjadi momentum bagi seluruh pengelola dapur di Kecamatan Cisayong untuk meningkatkan standar kualitas dan fasilitas mereka agar lebih layak,” ujar Ayi Mulyana.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Cisayong, AKP Hasan Basri, menjelaskan bahwa para orang tua siswa telah menerima insiden ini dengan lapang dada. Di sisi lain, pihak pengelola dapur secara terbuka mengakui adanya kekurangan dalam prosedur mereka.

Hasan juga menegaskan bahwa saat ini operasional dapur MBG tersebut telah dihentikan sementara (suspen) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) hingga seluruh rekomendasi perbaikan terpenuhi.

“Dapur ini tidak diperbolehkan beroperasi kembali sebelum rekomendasi dari BGN dipenuhi secara total. Sejauh ini, tidak ada laporan kepolisian yang masuk karena kedua belah pihak memilih jalan musyawarah,” tutur AKP Hasan Basri.

Sejak awal kejadian, pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Puskesmas setempat, termasuk mengawal proses rujukan satu orang korban ke RSUD KHZ Musthafa.

Wakil VIC Dapur SPPG Cisayong 1 dari Yayasan Salman, Karel Virlan Latupeirisa, menyampaikan bahwa meski penyebab pasti keracunan masih dalam tahap pembuktian medis, pihaknya tetap mengedepankan tanggung jawab kemanusiaan. Seluruh biaya administrasi di Puskesmas maupun rumah sakit telah dikover sepenuhnya oleh pengelola.

“Kami juga telah menyalurkan santunan kepada keluarga yang terdampak. Mengenai operasional, sejak Kamis lalu dapur sudah dinyatakan berhenti sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Kami fokus melengkapi sarana dan prasarana yang dianggap kurang sebelum kembali melayani,” pungkasnya.

Exit mobile version