May 22, 2026
Bandung, Jawa Barat
Tasikmalaya

OJK Tasikmalaya Catat Ekonomi Priangan Timur Tumbuh 5,56 Persen, Kredit UMKM Masih Dibayangi Tingginya NPL

Lingkup.id, Tasikmalaya – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya mencatat pertumbuhan ekonomi wilayah Priangan Timur pada tahun 2025 mencapai 5,56 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen dan Jawa Barat 5,32 persen. Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati dalam kegiatan Media Gathering OJK Tasikmalaya di Purwokerto, Kamis (21/5/2026).

Dalam paparannya, Nofa menyebut pertumbuhan ekonomi Priangan Timur didorong meningkatnya aktivitas ekonomi daerah, terutama di Kabupaten Garut, Pangandaran, dan Sumedang.

“Pertumbuhan ekonomi Priangan Timur mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan melampaui pertumbuhan Jawa Barat maupun nasional,” ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, OJK juga mencatat kinerja perbankan di wilayah Priangan Timur hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif. Total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

Namun demikian, OJK mengingatkan industri perbankan untuk tetap waspada terhadap risiko kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang masih berada di angka 4,73 persen. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) juga tercatat cukup tinggi mencapai 156,35 persen.

“Kinerja keuangan perbankan Priangan Timur pada posisi Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif, namun penguatan manajemen risiko tetap diperlukan karena rasio NPL masih cukup tinggi,” kata Nofa.

OJK juga menyoroti penyaluran kredit UMKM yang masih menghadapi tantangan tingginya kredit macet, khususnya di sektor BPR dan BPRS. Berdasarkan data OJK, sektor UMKM pada BPR/BPRS memiliki NPL mencapai 24,64 persen.

Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp9,429 triliun dengan Kabupaten Garut menjadi wilayah penyaluran terbesar.

Di sektor pasar modal, partisipasi masyarakat Priangan Timur terus meningkat. Jumlah Single Investor Identification (SID) saham tercatat mencapai 60.763 investor atau tumbuh 36,55 persen secara tahunan. Nilai transaksi saham juga melonjak hingga Rp414 miliar atau tumbuh 133,13 persen year on year.

Menurut OJK, peningkatan tersebut didorong edukasi pasar modal yang terus digencarkan melalui program Sekolah Pasar Modal dan literasi keuangan digital.

Selain pengawasan sektor jasa keuangan, OJK Tasikmalaya juga aktif melakukan edukasi masyarakat terkait bahaya judi online, pinjaman online ilegal, dan investasi ilegal.

Hingga Triwulan I Tahun 2026, Satgas PASTI Jawa Barat telah menindaklanjuti sejumlah dugaan aktivitas keuangan ilegal di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya, termasuk skema ponzi berkedok investasi dan member get member.

“Jumlah layanan konsultasi pengaduan hingga Maret 2026 sebanyak 494 layanan dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen,” ungkap Nofa.

OJK Tasikmalaya juga mencatat telah melaksanakan 37 kegiatan edukasi dan literasi keuangan hingga April 2026 dengan total peserta mencapai 14.328 orang, termasuk program GENIUS dan Training of Trainers (ToT) bagi penyuluh agama di Tasikmalaya dan Ciamis.

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px