Tasikmalaya

Heboh Temuan Ulat di Menu MBG Tasikmalaya, ICMI Desak Audit Dapur dan Polisi Turun Tangan

Lingkup.id, Tasikmalaya — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah muncul video dugaan temuan ulat pada hidangan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat di wilayah Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.

Peristiwa yang viral di media sosial itu memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tasikmalaya, Roni Romansyah, yang menyayangkan adanya dugaan makanan tidak higienis dalam program nasional yang digagas pemerintah pusat tersebut.

Menurut Roni, kejadian dugaan makanan MBG berulat itu bukan kali pertama terjadi. Namun, sebelumnya disebut tidak banyak terekspos ke publik.

“Pada hari ini terjadi kejadian sangat memprihatinkan, di mana sajian MBG diduga ada ulatnya. Ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga pernah ada,” kata Roni Romansyah kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai pengelolaan dapur MBG, terutama di wilayah pelosok, tidak boleh dilakukan secara asal-asalan karena menyangkut kesehatan dan kualitas gizi anak-anak sebagai penerima manfaat program.

“Jangan mentang-mentang dapurnya di pelosok lalu pengelolaannya sembarangan. Masakan harus higienis. Kami dari ICMI sangat menyayangkan kejadian ini,” ujarnya.

Roni menegaskan, Presiden RI telah menggulirkan program MBG sebagai langkah strategis untuk menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan. Karena itu, menurutnya, pelaksanaan di tingkat bawah harus benar-benar diawasi agar tidak mencederai tujuan besar program tersebut.

“Presiden sudah menggelontorkan program besar untuk menyongsong generasi emas ke depan, tapi kalau pengelola di bawah bekerja asal-asalan tentu sangat disayangkan. Gizi yang sampai ke KPM (keluarga penerima manfaat) harus benar-benar terjamin,” tegasnya.

Tak hanya meminta evaluasi internal, Roni juga mendesak agar dapur penyedia MBG diaudit secara menyeluruh. Bahkan, ia meminta aparat penegak hukum turun tangan apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran.

“Saya minta dapur MBG diaudit. Kalau memang ada unsur kelalaian, perlu dibawa ke ranah hukum agar ada perbaikan. Kami juga meminta kepolisian segera memeriksa kejadian ini,” katanya.

Menurutnya, momentum ini harus menjadi pintu masuk bagi aparat untuk memastikan seluruh pengelola dapur MBG bekerja sesuai standar keamanan pangan dan aturan yang berlaku.

“Ini momentum bagi polisi bahwa dapur MBG tidak kebal hukum. Penegakan hukum harus dilakukan jika memang ditemukan pelanggaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, membenarkan pihaknya telah menerima informasi terkait video dugaan makanan MBG berulat yang beredar di masyarakat.

“Jadi memang kami akan telusuri informasi ini. Video yang beredar ada hidangan diduga MBG ada ulatnya,” kata Agus.

Pihak kepolisian, lanjut Agus, akan melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran video tersebut sekaligus menelusuri sumber makanan yang diduga bermasalah.

Di sisi lain, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara, memastikan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan.

“Terima kasih atas informasinya, kami akan menurunkan tim untuk menelusuri dan mendeteksi laporan ini, terutama SPPG yang diduga menyediakan hidangan ini,” ujar Ruby.

Kasus dugaan makanan MBG berulat ini kini menjadi perhatian publik, terlebih program tersebut menyasar anak-anak dan pelajar sebagai penerima utama. Warga berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar kualitas makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan kelayakan konsumsi.

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px