Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Menteri Wihaji: 600 Ribu Kader TPK Dapat Tugas Baru Distribusikan MBG 3B
Informasi Jawa Barat Pemerintah Subang

Menteri Wihaji: 600 Ribu Kader TPK Dapat Tugas Baru Distribusikan MBG 3B

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, SUBANG – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengungkapkan sebanyak 600 ribu kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Indonesia kini mendapat tugas tambahan untuk mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Hal tersebut disampaikan Wihaji saat menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Subang di GOR Gotong Royong, Senin (2/11/2026).

Kegiatan bertajuk “Penguatan Gizi Keluarga Melalui Distribusi dan Edukasi MBG 3B Kabupaten Subang” tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono serta diikuti ribuan kader pendamping keluarga dari berbagai wilayah di Kabupaten Subang.

Wihaji mengatakan, peran kader TPK kini tidak hanya melakukan pendampingan kepada keluarga, tetapi juga mendapat tanggung jawab baru dalam mendistribusikan program MBG bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Ibu-ibu Tim Pendamping Keluarga, saya laporkan ada tugas baru berdasarkan Perpres 115 Pasal 47. Tugas kita selain mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, baduta, remaja, dan lansia, kita juga mendapat tugas baru mendistribusikan MBG 3B,” ujar Wihaji.

Menurutnya, keterlibatan ratusan ribu kader TPK dalam distribusi MBG 3B diharapkan dapat memastikan kelompok sasaran memperoleh manfaat program pemenuhan gizi secara optimal.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah dan menekan angka stunting di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan asupan gizi bagi ibu dan anak.

“MBG 3B ini supaya stunting yang disebabkan oleh asupan gizi betul-betul mendapatkan manfaat, sehingga bisa mengurangi angka stunting di Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan Temu Kader TPK di Subang menjadi momentum untuk memperkuat peran para pendamping keluarga sebagai garda terdepan pemerintah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Selain membantu mendistribusikan makanan bergizi, kader TPK juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pola makan sehat, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

Dengan jumlah kader yang mencapai sekitar 600 ribu orang di seluruh Indonesia, pemerintah berharap jaringan TPK dapat menjadi ujung tombak pelaksanaan program pembangunan keluarga sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.

Melalui penambahan tugas tersebut, distribusi MBG 3B diharapkan semakin menjangkau kelompok sasaran yang membutuhkan perhatian khusus. Pemerintah juga mendorong agar distribusi makanan bergizi berjalan beriringan dengan edukasi dan pendampingan kepada keluarga.

Kehadiran Menko PMK Sugiono bersama Mendukbangga Wihaji dalam kegiatan tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para kader di lapangan dalam menyukseskan program peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Dengan penguatan peran kader TPK, pemerintah berharap upaya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.(HR)

Exit mobile version