Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Jembatan Sewo, Tawarkan Kompensasi Rp50 Ribu per Hari
Informasi Jawa Barat Serba - Serbi Subang

Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin di Jembatan Sewo, Tawarkan Kompensasi Rp50 Ribu per Hari

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Subang – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung menertibkan aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo, perbatasan Kabupaten Subang dan Indramayu, menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Penertiban dilakukan karena aktivitas tersebut dinilai membahayakan keselamatan, baik bagi pengendara maupun warga yang berada di jalan.

Selain melakukan penertiban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menawarkan solusi berupa kompensasi kepada warga yang biasa melakukan aktivitas tersebut.

Warga ditawari uang sebesar Rp50 ribu per hari, atau total Rp600 ribu selama masa arus mudik, dengan syarat menyertakan identitas resmi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahkan mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, untuk memberikan imbauan secara langsung.

Dedi Mulyadi, minta selama arus mudik dan balik, aktivitas ini dihentikan karena sangat membahayakan. Pemerintah Provinsi Jabar akan memberikan kompensasi bagi warga.

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh warga. Sejumlah penyapu koin mengaku keberatan karena aktivitas tersebut sudah menjadi tradisi setiap musim mudik.

“Ini sudah dari dulu, tiap mudik pasti ada. Kalau dilarang, ya kami kehilangan penghasilan,” ujar Warto, salah satu warga penyapu koin.

Bahkan, meskipun ada kompensasi, warga mengaku kemungkinan akan kembali melakukan aktivitas tersebut setelah masa mudik berakhir.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan penertiban di lokasi, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Kapolsek Pusakanagara, Kompol Jusdi Jachlan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan.

“Kami bersama instansi terkait terus melakukan penertiban agar aktivitas ini tidak mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan,” kata Kompol Jusdi Jachlan.

Hingga saat ini, arus lalu lintas di jalur Pantura Subang terpantau meningkat, didominasi kendaraan roda dua.(Hry)

Exit mobile version