Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Jembatan Jalur Provinsi di Subang Nyaris Ambruk, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Informasi Jawa Barat Pemerintah Peristiwa Subang

Jembatan Jalur Provinsi di Subang Nyaris Ambruk, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Subang – Jembatan Dua Cijoged yang berada di jalur provinsi di Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, nyaris ambruk akibat kondisi konstruksi yang mengalami kerusakan parah.

Untuk mengantisipasi kecelakaan, petugas kepolisian melakukan penutupan sebagian jalur dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif di samping jembatan.

Kerusakan terlihat di bagian tengah jembatan dengan panjang mencapai dua hingga tiga meter persegi. Aspal dan badan jembatan ambles sehingga membahayakan pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Jajaran Polsek Cipeundeuy Polres Subang kemudian menutup jalur dari arah barat menuju timur guna mencegah terjadinya kecelakaan. Arus lalu lintas sementara dialihkan ke jembatan yang berada di samping lokasi kerusakan. Petugas juga memasang rambu-rambu peringatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.

Warga menyebut kerusakan jembatan tersebut sudah terjadi cukup lama. Sebelumnya, penanganan hanya dilakukan dengan menutup bagian berlubang menggunakan lempeng baja.

Namun kondisi jembatan terus memburuk dan kerusakan meluas ke bagian badan jalan lainnya.

Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Kustiawan, mengatakan pengalihan arus dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Pengalihan arus dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan agar tidak terjadi kecelakaan akibat kondisi jembatan yang rusak,” ujar Kompol Kustiawan. Minggu, 10 MEI 2026.

Sementara itu, Kepala Desa Lengkong, Ade Nana Suryana, mengatakan pihak desa telah melaporkan kondisi kerusakan jembatan kepada instansi terkait.

Menurutnya, pengendara sepeda motor sudah kerap mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak dan bergelombang di lokasi tersebut.

“Kami berharap perbaikan segera dilakukan karena jembatan ini merupakan akses penting di jalur provinsi dan sudah sering menyebabkan kecelakaan,” kata Ade Nana Suryana.

Meski kendaraan masih dapat melintas melalui jalur alternatif di samping jembatan, kondisi penyempitan jalur menyebabkan arus lalu lintas menjadi lebih lambat, terutama saat kendaraan besar melintas secara bergantian.(HR)

Exit mobile version