July 8, 2026
Bandung, Jawa Barat
Nasional & Internasional

Indonesia-Kyrgyzstan Perkuat Kerja Sama Industri, Buka Peluang Hilirisasi Mineral hingga Industri Halal

Lingkup.id – Indonesia dan Kyrgyzstan memperkuat kemitraan di sektor industri melalui pertemuan bilateral Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Wakil Menteri Ekonomi dan Perdagangan Republik Kyrgyzstan Asylkulov Iskender Esengeldievich di sela pembukaan INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Senin (6/7).

Pertemuan tersebut sekaligus ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) on Halal Industry Cooperation sebagai langkah memperluas kerja sama industri kedua negara.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia.

“Bagi Indonesia, keikutsertaan sebagai Partner Country merupakan momentum strategis untuk memperkuat branding industri nasional di pasar Eurasia, membuka peluang investasi dan transfer teknologi, serta menjalin kemitraan industri baru termasuk dengan Kyrgyzstan,” ujar Agus Gumiwang di Ekaterinburg.

Ia berharap partisipasi kedua negara dalam ajang tersebut menjadi awal penguatan kerja sama industri yang lebih intensif dan konkret.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting karena menandai 33 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kyrgyzstan yang terjalin sejak 5 April 1993.

Menurut Agus, hubungan ekonomi kedua negara terus menunjukkan tren positif. Total perdagangan Indonesia-Kyrgyzstan pada 2025 mencapai USD3,9 juta, dengan pertumbuhan rata-rata 2,51 persen per tahun selama periode 2021–2025. Seluruh nilai perdagangan tersebut berasal dari sektor nonmigas.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Kyrgyzstan mencapai USD3 juta pada 2025 atau tumbuh rata-rata 7,47 persen per tahun. Pada 2023, nilai ekspor bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sebesar USD6,51 juta, didorong oleh ekspor mesin dan peralatan listrik, minyak sawit, serta produk makanan olahan.

Produk unggulan Indonesia yang dipasarkan ke Kyrgyzstan meliputi lemak dan minyak nabati, bahan kimia organik, makanan olahan, mesin dan peralatan industri, produk farmasi, hingga produk kulit dan tembakau.

Di sisi lain, Indonesia menilai masih terbatasnya impor dari Kyrgyzstan membuka peluang peningkatan kerja sama, terutama mengingat negara tersebut memiliki potensi besar di sektor pertambangan, agrikultur, dan tekstil.

“Indonesia memandang Kyrgyzstan bukan hanya sebagai mitra bilateral, melainkan juga sebagai pintu strategis menuju kawasan CIS yang dinamis melalui keanggotaan Kyrgyzstan dalam Eurasian Economic Union (EAEU),” kata Agus.

Penguatan kerja sama juga didukung oleh Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg. Perjanjian tersebut membuka akses pasar ke kawasan Eurasia yang memiliki hampir 180 juta penduduk, dengan lebih dari 85 persen nilai perdagangan memperoleh preferensi tarif.

Dalam pertemuan bilateral itu, kedua negara membahas sejumlah peluang kerja sama prioritas, yakni pengembangan hilirisasi dan pengolahan mineral, kerja sama industri farmasi dan alat kesehatan melalui transfer teknologi serta pembentukan usaha patungan, hingga penguatan industri makanan dan minuman melalui promosi produk, investasi, dan perluasan rantai pasok.

Selain itu, penandatanganan MoU on Halal Industry Cooperation diharapkan dapat memperkuat kolaborasi pengembangan industri halal melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, promosi produk halal, serta mendorong investasi sektor swasta di kedua negara.

Pertemuan dengan Kyrgyzstan menjadi bagian dari rangkaian agenda bilateral Menteri Perindustrian pada hari pertama INNOPROM 2026 yang juga dihadiri sejumlah negara mitra.

INNOPROM 2026 diikuti hampir 900 peserta pameran dari lebih dari 50 negara dengan area pameran seluas 50 ribu meter persegi, menjadikannya salah satu pameran industri terbesar di kawasan Eurasia.

Kementerian Perindustrian berharap hasil penandatanganan MoU dan berbagai pembahasan kerja sama tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi sehingga memberikan manfaat nyata bagi penguatan sektor industri Indonesia dan Kyrgyzstan. (Amung)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px