Lingkup.id, Tasikmalaya – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Koperasi Pemuda di Hotel Grand Metro, Kota Tasikmalaya, sebagai upaya menyiapkan generasi muda menjadi motor penggerak koperasi di masa depan. Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.
Peserta berasal dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Siliwangi (Unsil), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Muhammadiyah. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi mengenai pemahaman koperasi, kewirausahaan (entrepreneurship), komunikasi, hingga digital marketing sebagai bekal menghadapi perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Wakil Ketua Umum Dekopin, Teguh Eko Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan koperasi kepada generasi muda secara lebih mendalam sekaligus mengubah pandangan bahwa koperasi hanya identik dengan kalangan tua.
“Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan kepada anak-anak muda dan mahasiswa mengenai koperasi secara lebih mendalam. Ke depan koperasi bukan lagi dikatakan milik orang tua, tetapi juga menjadi milik Generasi Z dan milenial yang mulai peduli serta menyukai koperasi,” ujarnya.
Menurut Teguh, peserta juga dibekali berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan zaman, mulai dari komunikasi, pemahaman koperasi, entrepreneurship, hingga cara membangun usaha melalui koperasi.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan kader-kader muda yang siap meneruskan gerakan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia.
“Output yang ingin kami hasilkan adalah keberlanjutan koperasi yang nantinya dimiliki dan digerakkan oleh anak muda serta mahasiswa sebagai masa depan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Siliwangi periode 2026, Selvi Hermawati, mengaku bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai Tasikmalaya memiliki sejarah panjang dalam perkembangan gerakan koperasi sehingga perlu terus dijaga oleh generasi muda.
“Saya bangga menjadi bagian dari Kopma Unsil dan tentunya Tasikmalaya sebagai salah satu penggerak koperasi. Saat ini sudah seharusnya anak muda memimpin ekonomi kerakyatan karena kemandirian juga lahir dari koperasi,” ungkapnya.
Selvi menambahkan, materi yang disampaikan tidak hanya memperkuat pemahaman tentang koperasi, tetapi juga memberikan wawasan baru mengenai digital marketing yang dapat diterapkan dalam pengelolaan koperasi mahasiswa.
“Kami mendapatkan materi entrepreneurship, pemahaman koperasi secara mendalam, hingga digital marketing yang sangat informatif. Bahkan kami juga langsung praktik dan ini akan kami terapkan di Kopma Unsil agar koperasi semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang tertarik bergabung dalam gerakan koperasi sehingga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan di masa mendatang.
“Saya mengajak generasi muda di seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan koperasi. Indonesia sudah seharusnya berkooperasi. Kopma Unsil yang berdiri sejak 1983 menjadi bukti bahwa koperasi mampu melahirkan kader-kader dan pemimpin yang terus berkontribusi bagi masyarakat,” pungkasnya.


