Lingkup.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 dengan memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pada Rabu, 22 Juli 2026, melalui program PNM Peduli, perusahaan melakukan revitalisasi SD Inpres Wae Moto di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, guna menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Desa Wae Moto merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk pada sarana pendidikan. Selain kondisi infrastruktur sekolah yang memerlukan perhatian, fasilitas sanitasi dan kebersihan juga belum sepenuhnya memadai. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang setiap hari menempuh pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.
Melalui program PNM Peduli, revitalisasi dilakukan dengan merenovasi ruang belajar, memperbaiki fasilitas sanitasi dan akses kebersihan sekolah, serta melengkapi berbagai sarana dan prasarana sesuai kebutuhan yang dihimpun bersama pihak sekolah.
Upaya tersebut didasari keyakinan bahwa lingkungan belajar yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kehadiran fasilitas yang lebih baik diharapkan mampu mendukung kesehatan peserta didik sekaligus menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan mengembangkan potensinya secara optimal.
Semangat untuk terus menuntut ilmu juga tercermin dari Mariva Yankezia (10), siswi SD Inpres Wae Moto yang menyadari perjuangan kedua orang tuanya demi pendidikan.
“Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka,” tuturnya.
Bagi banyak anak di Wae Moto, pendidikan bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga bentuk penghormatan atas kerja keras orang tua yang setiap hari berjuang demi masa depan keluarga.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa pemberdayaan yang dilakukan perusahaan tidak hanya berfokus pada penguatan usaha nasabah Mekaar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak mereka.
”Pemberdayaan bukan sekedar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka sudah bisa mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka.” ujar Kindaris.
Menurutnya, pemberdayaan ekonomi perempuan harus berjalan beriringan dengan upaya menciptakan generasi penerus yang memiliki kesempatan lebih baik dalam mengenyam pendidikan.
Di SD Inpres Wae Moto sendiri, sebanyak 14 dari total 64 siswa merupakan anak dari nasabah PNM Mekaar. Melalui PNM Peduli, PNM berharap kehadiran ruang belajar yang lebih representatif, fasilitas sanitasi yang memadai, serta sarana pendidikan yang lebih lengkap dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus belajar, bermimpi, dan meraih cita-cita.


