August 18, 2026
Bandung, Jawa Barat
Uncategorized

Workshop Batik Motif Dokar dan Jeruk, Mahasiswa KKN MAS-PLP UMTAS–UNMUH Babel Angkat Identitas Lokal Sumbersekar

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKN MAS-PLP) 2026 Kelompok 64 dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel) menggelar workshop membatik di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Sumbersekar, Sabtu (8/8/2026), tersebut mengangkat dua potensi lokal, yakni Kampung Dokar dan jeruk, sebagai inspirasi motif batik khas desa.

Workshop diikuti Pokja 1 hingga Pokja 4 serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Sumbersekar. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berbagi keterampilan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Koordinator Desa (Kordes) KKN MAS-PLP Kelompok 64, Revaldo Akbar Alfitro, mengatakan workshop tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan teknik membatik, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif khas desa.

“Kami ingin masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan anggota Pokja, mengenal proses membatik sekaligus melihat potensi dokar dan jeruk sebagai motif khas desa yang bisa dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif,” ujar Revaldo.

Motif yang diperkenalkan dalam workshop merupakan hasil rancangan tim mahasiswa. Unsur dokar merepresentasikan Kampung Dokar, sementara jeruk menggambarkan salah satu hasil bumi yang menjadi ciri khas Desa Sumbersekar.

Dalam praktiknya, mahasiswa menghadirkan Ibu Kholifa bersama tim sebagai narasumber. Peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan membatik, mulai dari canting, lilin malam, kain berpola hingga pewarna.

Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung tahapan membatik, mulai dari mencanting pola hingga proses pewarnaan. Dengan pendampingan mahasiswa dan narasumber, peserta belajar memegang canting, mengatur suhu lilin malam, serta memberikan warna pada pola dokar dan jeruk.

Antusiasme peserta terlihat selama proses praktik berlangsung. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menggali potensi seni serta budaya lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui workshop ini, KKN MAS-PLP Kelompok 64 berharap Desa Sumbersekar dapat memiliki produk batik yang merepresentasikan karakter dan potensi lokal. Selain menjadi simbol identitas desa, batik tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya masyarakat.

Program workshop membatik ini merupakan bagian dari program kerja KKN MAS-PLP Kelompok 64 yang berfokus pada penguatan identitas lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat Desa Sumbersekar.

 

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px