Lingkup.id Serba - Serbi Olahraga & Kesehatan ITN Open IX Jadi Ajang Pemanasan Atlet Menuju Porprov Jabar 2026
Olahraga & Kesehatan

ITN Open IX Jadi Ajang Pemanasan Atlet Menuju Porprov Jabar 2026

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id,Bandung – Kejuaraan Institut Taekwondo Nusantara (ITN) Open IX/2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender taekwondo Jawa Barat. Ribuan atlet dipastikan akan menjadikan event ini sebagai panggung uji kesiapan sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026.

Kejuaraan yang akan digelar di Gymnasium UPI pada 14–15 Februari 2026 tersebut menghadirkan kompetisi dengan standar yang semakin ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan maupun kualitas pertandingan.

Ketua Panitia Pelaksana ITN Open IX, Didin Nurdiansyah, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menitikberatkan pada kenyamanan peserta dan peningkatan mutu kompetisi.

“Kenyamanan peserta menjadi prioritas utama. ITN Open ke-9 ini kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh atlet dan kontingen,” ujar Didin dalam pers conference di Aula KONI Kota Bandung, Minggu (8/2/2026).

Salah satu langkah peningkatan kualitas itu terlihat dari perubahan durasi pertandingan kategori junior hingga senior. Jika sebelumnya hanya berlangsung kurang dari satu menit, kini durasi ditambah menjadi satu menit tiga puluh detik.

“Penyesuaian ini dilakukan agar atlet terbiasa dengan kebutuhan pertandingan di level lebih tinggi,” jelas Didin.

Menurutnya, banyak atlet Porprov yang menjadikan ITN Open sebagai ajang uji coba sekaligus seleksi tidak resmi menuju tim inti Porprov 2026.

Dari sisi partisipasi, ITN Open IX kembali mencatatkan antusiasme besar. Total sebanyak 2.615 atlet dari 24 Pengcab Taekwondo Indonesia se-Jawa Barat serta 188 unit turut ambil bagian. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan edisi sebelumnya yang diikuti 2.535 atlet.

Selain kompetisi, ITN Open juga membuka peluang pembinaan lanjutan bagi atlet berprestasi. Penanggung jawab kejuaraan, Nino Frandono, menyebut event ini menjadi pintu masuk menuju program pembinaan daerah.

“Ada masukan dari Taekwondo Jawa Barat agar atlet terbaik bisa dipanggil ke pelatda. Bahkan untuk Kota Bandung bisa menjadi seleksi masuk PPLPD,” ungkap Nino.

Meski memiliki potensi naik level menjadi event yang lebih tinggi, ITN Open tetap diarahkan sebagai role model pembinaan di Jawa Barat.

“Ketua Umum TI Jabar menegaskan ITN Open harus tetap menjadi contoh kejuaraan pembinaan dan acuan atlet untuk mengembangkan kemampuan,” tambahnya.

Supervisi kejuaraan, Teddy Sunjaya, juga menilai ITN Open selalu sarat kualitas karena mempertemukan para juara dari berbagai wilayah.

“Juara antar wilayah ketemunya di ITN Open. Ditambah setiap tahun selalu ada talent scouting yang konsisten memantau atlet potensial,” kata Teddy.

Di akhir sesi, seksi pertandingan Budiono turut mengapresiasi peran media yang terus setia mendukung penyebaran informasi ITN Open sejak edisi pertama.

“Tanpa teman-teman pers, upaya kami memperkenalkan ITN Open tentu tidak akan berarti apa-apa,” pungkas Budiono.***(Red)

 

 

Exit mobile version