Lingkup.id Serba - Serbi Olahraga & Kesehatan Dinamika Pasca Musda, Perbasi Jabar Tegaskan Forum Sudah Sah dan Penuhi Kuorum
Olahraga & Kesehatan

Dinamika Pasca Musda, Perbasi Jabar Tegaskan Forum Sudah Sah dan Penuhi Kuorum

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Bandung – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat yang digelar pada 14 Februari 2026 dinilai telah berlangsung sesuai mekanisme organisasi dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dalam forum tersebut, peserta Musda menetapkan Epriyanto Kasmuri sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Penetapan itu terjadi karena hanya terdapat satu calon yang maju dalam proses pencalonan.

Menurut Epriyanto, proses Musda berjalan hingga tahap akhir forum dengan dihadiri pemilik hak suara dari kabupaten dan kota. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan telah dilalui sesuai aturan organisasi.

“Musda tanggal 14 Februari kemarin sebenarnya sudah selesai dan menghasilkan ketua terpilih secara aklamasi karena memang hanya ada satu calon,” ujar Epriyanto di Gedung KONI Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).

Meski demikian, dinamika organisasi muncul setelah sejumlah pengurus cabang menyampaikan keberatan terhadap hasil Musda tersebut. Namun, Epriyanto menilai hal itu merupakan bagian dari dinamika yang wajar dalam organisasi olahraga.

Ia menjelaskan bahwa sebagian pihak yang menyampaikan keberatan justru meninggalkan forum sebelum Musda selesai. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk walkout yang berdampak pada tidak digunakannya hak suara mereka dalam proses pengambilan keputusan.

“Sebanyak 13 pihak yang menyatakan keberatan itu sebenarnya keluar dari forum. Artinya mereka melakukan walkout dan secara sadar meninggalkan hak-haknya dalam forum tersebut,” ungkapnya.

Dari sisi keabsahan forum, Epriyanto menegaskan bahwa Musda telah memenuhi syarat kuorum. Dari total 26 kabupaten dan kota pemilik hak suara, sebanyak 14 di antaranya tetap mengikuti forum hingga akhir.

Jumlah tersebut sudah memenuhi ketentuan minimal kehadiran dalam pengambilan keputusan organisasi.

“Kuorum terpenuhi karena dari 26 pemilik hak suara, minimal setengah ditambah satu yaitu 14, dan itu hadir hingga akhir Musda,” jelasnya.

Selain itu, jalannya Musda juga dipantau oleh pihak eksternal organisasi, termasuk peninjau dari induk organisasi olahraga dan perwakilan pengurus pusat yang hadir untuk memantau proses forum.

Epriyanto juga menyebutkan bahwa secara de facto hasil Musda telah berjalan dalam aktivitas organisasi. Hal itu terlihat dari penggunaan rekomendasi pengurus daerah untuk kepentingan seleksi nasional atlet U-18 menuju kejuaraan dunia.

“Dalam surat seleksi nasional disebutkan atlet harus mendapatkan rekomendasi dari DPD masing-masing, dan atlet Jawa Barat diterima menggunakan rekomendasi yang kami keluarkan,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa pengurus cabang yang sebelumnya menyampaikan keberatan tetap mengajukan permohonan rekomendasi kepada pengurus daerah untuk berbagai kegiatan, termasuk pemanggilan atlet.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa roda organisasi tetap berjalan meski terdapat perbedaan pandangan.

“Mereka tetap meminta rekomendasi kepada DPD, bahkan untuk kegiatan provinsi dan pemanggilan atlet. Itu artinya secara de facto mereka mengakui hasil Musda,” ujarnya.

Ke depan, Epriyanto berharap seluruh pengurus di kabupaten dan kota dapat kembali fokus pada pembinaan dan peningkatan prestasi bola basket di Jawa Barat. Apalagi, sejumlah agenda besar olahraga sudah menanti dalam beberapa tahun mendatang.

Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi serta Pekan Olahraga Nasional 2028 disebut harus menjadi perhatian bersama demi menjaga tradisi prestasi Jawa Barat.

“Jangan sampai ada kepentingan personal yang justru merugikan organisasi. Fokus kita adalah meningkatkan prestasi bola basket Jawa Barat, apalagi di PON 2028 kita menargetkan dua medali emas,” tuturnya.***(Red)

Exit mobile version