Lingkup.id Jawa Barat Bandung Raya UPI Dorong Transformasi Pendidikan Olahraga, Hadirkan Supervisi Digital Pertama untuk Guru Penjas SD
Bandung Raya Olahraga & Kesehatan Pendidikan

UPI Dorong Transformasi Pendidikan Olahraga, Hadirkan Supervisi Digital Pertama untuk Guru Penjas SD

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id – Bandung, Perkembangan teknologi digital kini mulai merambah dunia pendidikan olahraga. Guru Besar Ilmu Pendidikan Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Yudha Munajat Saputra, memperkenalkan sistem supervisi berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) di sekolah dasar.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui pelatihan yang diikuti puluhan guru Penjas dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Aula Sekolah Pascasarjana UPI, Kota Bandung. Program ini menjadi langkah awal transformasi pembinaan dan pengawasan pembelajaran olahraga yang selama ini masih didominasi metode konvensional.

Menurut Prof. Yudha, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan. Karena itu, sistem supervisi digital hadir untuk membantu guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang lebih efektif, terukur, dan efisien.

“Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah proses supervisi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran olahraga di sekolah dasar. Melalui sistem digital, berbagai kendala seperti waktu, jarak, dan biaya dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut memungkinkan proses pengawasan dan pembinaan guru dilakukan secara lebih sistematis. Selain mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik, sistem ini juga membantu memastikan materi pembelajaran olahraga disampaikan sesuai standar yang ditetapkan.

Sebanyak 30 guru Penjas SD dari Kabupaten Bandung Barat menjadi kelompok pertama yang mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut. Selama dua hari, peserta dibekali pemahaman teknis sekaligus praktik langsung agar mampu mengimplementasikan sistem digital di lingkungan sekolah masing-masing.

Lebih jauh, Prof. Yudha menilai transformasi digital dalam pendidikan olahraga bukan sekadar perubahan metode kerja, tetapi bagian dari upaya membangun budaya hidup aktif sejak usia dini.

Menurutnya, pembelajaran olahraga yang berkualitas akan berkontribusi terhadap peningkatan kebugaran peserta didik sekaligus membuka peluang lahirnya bibit-bibit atlet potensial dari lingkungan sekolah.

“Inovasi ini bukan hanya untuk guru, tetapi juga untuk masa depan olahraga Indonesia. Ketika pembelajaran olahraga semakin baik, budaya aktif bergerak akan tumbuh dan kualitas generasi muda juga meningkat,” katanya.

Inovasi yang dikembangkan UPI tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Disdik KBB, Wika Karina Damayanti, menilai program ini menjadi peluang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa praktik pembelajaran olahraga yang lebih modern dan profesional ke sekolah-sekolah di Kabupaten Bandung Barat.***(Red)

Exit mobile version