Lingkup.id – Bandung, Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ulang Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia Jawa Barat 2026 tidak hanya menghadirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperlihatkan kuatnya soliditas organisasi di internal bola basket Jawa Barat.
Terpilihnya kembali Epriyanto Kasmuri menjadi momentum yang menunjukkan bahwa dukungan terhadap kepemimpinan tidak hanya hadir dalam bentuk suara, melainkan juga loyalitas nyata dari para Pengurus Cabang (Pengcab).
Di tengah sorotan biaya pendaftaran calon ketua yang mencapai Rp200 juta, sebanyak 13 Pengcab justru menunjukkan kebersamaan dengan bergotong royong membantu memenuhi kebutuhan administrasi pencalonan. Dukungan kolektif ini menjadi simbol kuatnya rasa memiliki terhadap organisasi.
Menurut Epriyanto, langkah tersebut bukan sekadar bentuk dukungan personal, melainkan cerminan kepercayaan dan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan pembinaan bola basket di Jawa Barat.
“Saya bangga karena masih ada semangat kebersamaan dan loyalitas yang luar biasa dari teman-teman Pengcab. Ini menunjukkan organisasi kita dibangun dengan rasa memiliki yang kuat,” ujarnya.
Soliditas tersebut semakin terasa mengingat sebelumnya Epriyanto sempat mengalami kerugian akibat proses Musda terdahulu yang tertunda, sehingga dana pendaftaran sebelumnya dinyatakan hangus.
Kondisi itu justru memunculkan empati dari Pengcab, yang kemudian bergerak bersama membantu proses pendaftaran ulang. Dari total kebutuhan Rp200 juta, mayoritas dana berhasil dihimpun secara kolektif oleh para Pengcab pendukung.
Fenomena ini dinilai menjadi gambaran bahwa organisasi olahraga tidak hanya dibangun melalui sistem dan regulasi, tetapi juga oleh hubungan yang kuat antaranggota.
Musda Perbasi Jabar kali ini pun meninggalkan pesan penting bahwa loyalitas, solidaritas, dan kebersamaan masih menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi olahraga yang sehat dan berkelanjutan.
Di balik dinamika pemilihan, Perbasi Jawa Barat justru memperlihatkan wajah lain olahraga: organisasi yang hidup karena kekompakan dan semangat kolektif.***(Red)


