Lingkup.id, SUBANG – Rencana revitalisasi atau alih fungsi sebagian kebun nanas di kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, menjadi lahan pembibitan tebu menuai penolakan dari Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurachman.
Victor menilai keberadaan perkebunan nanas di wilayah Subang Selatan memiliki nilai ekonomi yang besar sekaligus menjadi identitas daerah yang harus dijaga dan dipertahankan.
“Kami kurang sepakat dengan alih fungsi lahan dari kebun nanas menjadi kebun tebu di Jalan Cagak. Kami menolak dan memohon agar rencana tersebut dikaji ulang,” tegas Victor belum lama ini.
Menurutnya, selama puluhan tahun komoditas nanas telah menjadi sumber penghidupan ribuan warga. Tidak hanya petani, tetapi juga pedagang, pekerja kebun, hingga pelaku usaha yang bergerak di sektor pengolahan dan pemasaran nanas menggantungkan ekonomi mereka pada komoditas tersebut.
“Banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari nanas bertahun-tahun, baik sebagai petani maupun pedagang. Ini bukan sekadar tanaman, tetapi sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain menjadi penopang ekonomi masyarakat, Victor menegaskan bahwa nanas telah lama menjadi ikon Kabupaten Subang yang dikenal luas hingga ke berbagai daerah.
Karena itu, keberadaan perkebunan nanas, khususnya di kawasan Jalan Cagak, dinilai perlu mendapat perlindungan dari kebijakan yang berpotensi mengurangi luas arealnya.
“Nanas ini sudah menjadi ikon Kabupaten Subang. Jangan sampai ikon ini hilang karena adanya revitalisasi atau alih fungsi lahan,” katanya.
Politisi Partai Golkar tersebut juga meminta pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan kajian ulang terhadap rencana tersebut. Jika program pembibitan tebu tetap harus dijalankan, ia mendorong agar dicari lokasi alternatif yang tidak berada di kawasan sentra nanas Subang Selatan.
Menurut Victor, masih terdapat sejumlah wilayah lain yang dinilai lebih tepat untuk pengembangan tebu tanpa harus mengorbankan komoditas unggulan daerah yang telah berkembang selama puluhan tahun.
“Kami meminta dilakukan kajian ulang dan mencari lahan alternatif di luar wilayah Subang Selatan. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru mengorbankan komoditas unggulan dan identitas daerah yang selama ini telah dibangun oleh masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan Ketua DPRD Subang tersebut menambah deretan suara penolakan terhadap rencana pemanfaatan sebagian lahan kebun nanas untuk program pembibitan tebu.
Sebelumnya, sejumlah petani dan masyarakat juga menyampaikan kekhawatiran atas berkurangnya areal perkebunan nanas yang selama ini menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Subang.(HR)


