Olahraga & Kesehatan

Rakorda Jadi Kunci Penentuan Teknis Peparda VII Kota Bandung 2026

Lingkup.id – Bandung, Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) NPCI Provinsi Jawa Barat tidak hanya menjadi ajang konsolidasi menjelang Peparda VII Kota Bandung 2026, tetapi juga mengungkap sejumlah tantangan teknis dan kebutuhan efisiensi dalam penyelenggaraan ajang olahraga disabilitas tersebut.

Digelar di Arion Suites Hotel Bandung pada Kamis (30/4/2026), forum ini mempertemukan perwakilan NPCI kabupaten/kota serta unsur pemerintah daerah untuk menyelaraskan kesiapan. Namun di balik optimisme yang disampaikan, sejumlah isu krusial mulai mengemuka, mulai dari potensi pembengkakan anggaran hingga ketimpangan kesiapan daerah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat, Dr. Hery Antasari, menegaskan bahwa meski persiapan dinilai “on track”, keberhasilan Peparda sangat bergantung pada disiplin semua pihak dalam menjaga efisiensi.

Ia mengingatkan bahwa olahraga disabilitas sebagai olahraga afirmatif membutuhkan dukungan luas, tetapi tetap harus dikelola dengan prinsip hemat anggaran. Terlebih, potensi penambahan cabang olahraga atas permintaan tuan rumah dinilai bisa menjadi beban baru.

“Permintaan cabang tertentu harus dihitung matang karena berdampak pada kebutuhan juri, panitia, dan biaya lainnya,” ujarnya.

Selain itu, kepastian jadwal pelaksanaan yang masih berada di antara November atau Desember 2026 juga menjadi perhatian. Penentuan cabang olahraga dan nomor pertandingan pun belum final, karena masih menunggu hasil verifikasi kesiapan dari masing-masing daerah.

Di sisi lain, Ketua NPCI Jawa Barat, Hari Susanto, menyoroti persoalan mendasar dalam partisipasi daerah. Ia menegaskan bahwa tidak semua cabang olahraga bisa dipaksakan jika jumlah peserta tidak mencukupi.

“Jangan sampai ada cabang yang hanya diikuti satu daerah. Itu tidak bisa dipertandingkan,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan adanya potensi ketimpangan pembinaan antar daerah, yang bisa berdampak pada kualitas kompetisi maupun proses seleksi atlet menuju level nasional.

Rakorda juga masih berada pada tahap penjaringan data awal. Artinya, keputusan final terkait 17 cabang olahraga yang direncanakan masih sangat bergantung pada hasil koordinasi lanjutan dan kesiapan riil di lapangan.

NPCI Jawa Barat pun menargetkan seluruh aspek teknis sudah rampung setidaknya empat bulan sebelum pelaksanaan. Namun, dengan masih adanya kebutuhan verifikasi data, mutasi atlet, hingga penentuan klasifikasi, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan masih cukup besar.

Meski demikian, seluruh pihak sepakat bahwa Peparda harus tetap berjalan dengan pendekatan minimalis tanpa mengorbankan kualitas prestasi. Standar kompetisi pun ditegaskan tetap mengacu pada Peparnas guna menjaga kesinambungan pembinaan atlet.

Rakorda ini pada akhirnya tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga cermin bahwa kesuksesan Peparda 2026 tidak semata soal kesiapan teknis, melainkan juga kemampuan mengelola keterbatasan, menjaga efisiensi, dan memastikan pemerataan pembinaan di seluruh Jawa Barat. ***(Red)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px