Lingkup.id, SUBANG – Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kabupaten Subang terus menunjukkan perkembangan positif. Dari total 253 Kampung KB yang tersebar di berbagai wilayah, lebih dari 100 di antaranya kini telah mencapai kategori berkelanjutan.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat, melalui Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana, Yana Suprihat mengatakan status Kampung KB ditentukan berdasarkan aktivitas dan pelaporan program yang dilakukan secara rutin melalui aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
“Jumlah Kampung KB di Kabupaten Subang saat ini sebanyak 253. Yang masih kategori dasar terus berkembang ada 19, kategori mandiri 21, dan yang sudah berstatus berkelanjutan mencapai 107 kampung. Target tahun ini minimal 50 persen Kampung KB berada pada kategori berkelanjutan,” ujar Yana.
Menurutnya, penilaian status Kampung KB tidak dilakukan secara subjektif oleh pemerintah daerah, melainkan berdasarkan indikator yang terukur melalui sistem pelaporan nasional.
“Yang menentukan kategori Kampung KB itu bukan kami. Semua dilihat dari keaktifan kegiatan, kelengkapan sarana, laporan bulanan, serta bukti dokumentasi yang diunggah ke aplikasi. Dari situ akan terlihat kampung tersebut masuk kategori apa,” katanya.
Yana menjelaskan, Kampung KB merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang memiliki delapan seksi bidang kegiatan, mulai dari pendidikan, sosial budaya, keagamaan, kesehatan reproduksi, lingkungan, hingga cinta kasih dan perlindungan sosial.
Berbagai program yang dijalankan juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari kegiatan Magrib Mengaji, pelayanan donor darah, edukasi kesehatan keluarga, hingga program lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi.
“Misalnya ada seksi pendidikan yang membuat program Magrib Mengaji, ada juga kegiatan donor darah yang menghadirkan PMI langsung ke Kampung KB. Jadi masyarakat tidak perlu datang ke kantor PMI, tetapi pelayanannya yang mendatangi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Kampung KB sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta pendampingan dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan berbagai pihak terkait.
Menurut Yana, tujuan utama pembentukan Kampung KB adalah menciptakan keluarga yang berkualitas, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, kesehatan maupun kehidupan sosial keagamaan.
“Ujungnya adalah menciptakan keluarga berkualitas. Anak-anaknya sekolah, orang tuanya produktif, kesehatan keluarga terjaga, dan kehidupan sosial keagamaannya juga baik. Karena itu Kampung KB dibentuk untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan keluarga,” pungkasnya.(HR)


