Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Wabup Tasikmalaya Soroti Minimnya Kapasitas IGD RSUD KHZ Mustafa, Siapkan Perluasan dan Penguatan Layanan Kesehatan
Tasikmalaya

Wabup Tasikmalaya Soroti Minimnya Kapasitas IGD RSUD KHZ Mustafa, Siapkan Perluasan dan Penguatan Layanan Kesehatan

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup id, Tasikmalaya — Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, melakukan kunjungan ke RSUD KHZ Mustafa Kabupaten Tasikmalaya guna meninjau langsung pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), di tengah meningkatnya jumlah pasien. Rabu (6/4/26).

Dalam kunjungan tersebut, Asep menyoroti keterbatasan kapasitas IGD yang dinilai belum sebanding dengan jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai sekitar 2 juta jiwa.

“Berbanding dengan 2 juta penduduk, dengan kedaruratan 26 bed, kemudian cadangan 23, jumlah berarti ada 49, menurut saya sih emang masih kurang. Maka ke depannya kita harus memperluas ruang IGD ini supaya bisa melayani 2 juta penduduk kalau terjadi kedaruratan,” ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan kesehatan, termasuk kondisi IGD yang kerap penuh sehingga berdampak pada penanganan pasien.

“Mungkin kemarin juga ada beberapa kasus yang tertangani karena sedang penuh. Pemerintah juga harus mengakui masih ada kelemahan atau rumah sakit juga masih ada kekurangan,” katanya.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana memperkuat layanan kesehatan dengan meningkatkan fasilitas rumah sakit di wilayah selatan, termasuk pengembangan rumah sakit di Cikatomas menjadi tipe D.

“Tapi kita sudah menyiapkan langkah-langkah penguatan rumah sakit yang hari ini ada di Cikatomas. Kita akan tingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. Kita akan support anggarannya, saya mohon dukungan dari semua pihak dan nanti untuk wilayah selatan,” ungkapnya.

Asep juga menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan prima, terutama di tengah tingginya beban pelayanan.

“Saya juga titip sebelum langkah-langkah yang dilakukan pemerintah, di sini juga mungkin istilahnya itu kewaspadannya ditingkatkan, siaganya lebih ditingkatkan,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya pemerataan layanan kesehatan agar tidak terjadi penumpukan pasien di satu fasilitas. Menurutnya, peran puskesmas harus dioptimalkan, termasuk dalam upaya promotif dan preventif.

“Pagi-pagi itu di poli itu penuh sekali. Tapi Alhamdulillah semua bisa tertangani, tapi jangan lama-lama seperti itu, harus diurai dengan penyebaran pasien. Dan yang paling penting, mendirikan rumah sakit itu kan menolong ya, tapi kesehatan kembali ke diri masing-masing,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga mencapai 100 persen, sekaligus mencari solusi atas berbagai kekurangan yang masih ada.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD KHZ Mustafa, dr Elli Hendalia, menjelaskan bahwa secara kapasitas penanganan, pihaknya telah berupaya maksimal. Namun lonjakan jumlah pasien dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan tersendiri.

“Sebetulnya untuk IGD kita ini secara kemampuan penanganan itu sudah maksimal. Tapi karena kemarin itu ada peningkatan kasus, di seluruh rumah sakit juga ada peningkatan kasus. Jadi ada antrian pada saat masuk ke ruangan.” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah menyediakan layanan transit bagi pasien, meski dalam praktiknya membutuhkan kesabaran dari masyarakat saat proses penanganan berlangsung.

“Sebetulnya di setiap saat kita juga untuk layanan transitnya ada, cuma harus ada sabar. Ada saat kita sedang fasilitasi untuk reposisi dari ranjang dan lain sebagainya, jadi harus mengikuti langkah-langkah,” ujarnya.

 

Exit mobile version