Lingkup.id Serba - Serbi Olahraga & Kesehatan Tembus 1.000 Peserta, Strategi Duet O2SN dan Liga Pelajar TI Kota Bandung Berbuah Manis
Olahraga & Kesehatan Uncategorized

Tembus 1.000 Peserta, Strategi Duet O2SN dan Liga Pelajar TI Kota Bandung Berbuah Manis

Lingkup.id – Bandung, Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung berhasil melakukan terobosan besar dalam sistem pembinaan atlet usia dini. Dengan mengombinasikan gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Liga Pelajar, TI Kota Bandung sukses menyedot animo hingga hampir 1.000 taekwondo-in potensial dari seluruh penjuru kota.

Langkah inovatif ini diambil sebagai solusi cerdas untuk menyiasati keterbatasan kuota resmi yang disediakan oleh Dinas Pendidikan. Pada regulasi aslinya, O2SN tingkat SD dan SMP hanya membatasi kompetisi pada nomor Poomsae (keindahan jurus) individu putra dan putri.

Melihat regulasi yang terbatas tersebut, Pengcab TI Kota Bandung bergerak taktis. Agar atmosfer kompetisi tetap meriah dan atlet kategori lain tidak kehilangan panggung, mereka berinisiatif menambah nomor pertandingan secara mandiri melalui wadah Liga Pelajar.

Untuk tingkat SD, pihak Pengcab menambahkan nomor Kyorugi (petarung) yang dibagi ke dalam 10 kelas putra dan 10 kelas putri. Sementara untuk tingkat SMP, total terdapat 22 nomor pertandingan yang mengombinasikan nomor Poomsae individu serta Kyorugi putra dan putri.

“Kita kombinasikan antara O2SN dengan Liga Pelajar yang diselenggarakan secara internal oleh Pengcab TI Kota Bandung. Animonya luar biasa. Jika ditotal, penggabungan O2SN dan Liga Pelajar ini hampir mencapai 1.000 Taekwondo-in yang berpartisipasi,” ungkap Ketua Pengcab TI Kota Bandung, Dedi Heryadi, dengan nada optimis saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Strategi “duet” event ini terbukti jitu. Jika peserta O2SN murni dari perwakilan resmi masing-masing kecamatan sukses menyentuh angka 250 peserta, kehadiran Liga Pelajar berhasil melipat gandakan partisipasi total secara drastis karena membuka pintu lebar-lebar bagi nomor-nomor di luar agenda resmi O2SN.

Sengitnya persaingan dari ribuan peserta tersebut akhirnya memunculkan nama-nama sekolah dan tim terbaik yang sukses mendominasi podium juara. Pada kategori O2SN tingkat SD, SD Slamet Riyadi 2 keluar sebagai yang terbaik, disusul oleh SDN 263 Rancaloa di posisi kedua, dan SDN 125 Taruna Karya di posisi ketiga.

Sementara itu, dominasi tangguh diperlihatkan oleh SMPN 5 yang sukses memuncaki kategori O2SN tingkat SMP, mengungguli SMPN 14 dan SMPN 17 yang harus puas menempati peringkat kedua dan ketiga. Pada kategori Liga Pelajar yang menjadi panggung kompetisi antar-unit, TBI Team tampil perkasa meraih trofi tertinggi, dibayangi oleh Fazz Taekwondo Academy di posisi kedua dan Bentang Artha di urutan ketiga.

Langkah manajemen kompetisi yang inklusif ini sekaligus memberikan panggung profesional yang telah lama dirindukan oleh para atlet pelajar antar-unit se-Kota Bandung. Melalui integrasi dua ajang ini, TI Kota Bandung tidak hanya berhasil mengelola kuota pembatasan dari dinas, tetapi juga sukses menciptakan basis data atlet potensial yang jauh lebih besar untuk masa depan.***(Red)

Exit mobile version