Lingkup.id – Bandung, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menegaskan ambisi besar jelang ajang olahraga disabilitas. Tak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah, NPCI juga membidik target tinggi meraih gelar juara umum.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat pleno yang digelar di The Kamalaya Hotel, Kota Bandung, Kamis (16/4/2026). Rapat Pleno ini menjadi titik awal konsolidasi sekaligus penyusunan strategi untuk memastikan dua target besar tersebut dapat berjalan beriringan.
Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, menegaskan bahwa keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari prestasi atlet di arena pertandingan.
“Kita tidak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah, tapi juga harus meraih prestasi maksimal, bahkan menargetkan juara umum,” tegasnya.
Menurut Yadi, keseimbangan antara kualitas penyelenggaraan dan capaian prestasi menjadi kunci utama dalam mengangkat citra olahraga disabilitas di Kota Bandung.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, NPCI Kota Bandung memprioritaskan penguatan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dalam pembentukan kontingen. Fokus ini mencakup proses seleksi, pembinaan, hingga pematangan performa atlet.
Dalam waktu dekat, NPCI akan menggelar seleksi atlet sebelum memasuki tahap pemusatan latihan cabang (pelatcab) yang dijadwalkan dimulai pada Juni 2026. Menariknya, selama pelatcab akan diterapkan sistem promosi dan degradasi guna menjaga kualitas tim.

“Tidak otomatis semua atlet bertahan. Kita akan terus evaluasi untuk memastikan yang terbaik yang mewakili Kota Bandung,” jelasnya.
Dari sisi kuantitas, NPCI Kota Bandung juga menambah kekuatan kontingen dengan menyiapkan sekitar 250 atlet meningkat dibandingkan ajang sebelumnya yang berjumlah sekitar 220 atlet.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Keterbatasan anggaran membuat durasi pelatcab yang semula dirancang selama 10 bulan harus dipangkas menjadi sekitar empat hingga lima bulan.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan optimisme NPCI Kota Bandung. Mereka berharap adanya dukungan tambahan anggaran agar persiapan bisa lebih maksimal.
“Intinya, kita tetap berupaya maksimal. Dengan perencanaan matang dan kerja sama semua pihak, target juara umum itu harus bisa kita capai,” tandas Yadi Sofyan. ***(Red)