Lingkup.id, SUBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., akan memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Oktober mendatang.
Asep Nuroni telah menjabat sebagai Sekda Kabupaten Subang selama tepat lima tahun. Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai ASN, ia memaknai purna tugas bukan sekadar berakhirnya masa kedinasan, tetapi sebagai awal untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, keluarga, dan lingkungan.
“Purna tugas itu secara administratif memang batas usia pensiun. Tetapi secara hakiki, ini bukan berarti berhenti mengabdi. Justru menjadi awal untuk bisa lebih banyak memberikan pengabdian kepada masyarakat, keluarga, dan lingkungan,” ujar Asep Nuroni.
Perjalanan karier Asep Nuroni di lingkungan pemerintahan Kabupaten Subang terbilang panjang. Ia mengawali karier sebagai ASN melalui ikatan dinas pada 1986, kemudian mendapat penempatan pada 1989 atau 1990. Sejak 1998, ia bertugas dan mengabdi di Kabupaten Subang.
Kariernya ditempuh secara berjenjang, mulai dari pemerintahan tingkat kelurahan dan kecamatan. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan, mulai dari Kaur, Sekretaris Kecamatan hingga Camat.
Pengabdiannya kemudian berlanjut dengan dipercaya menjadi kepala sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Peternakan. Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Daerah sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi Sekda Kabupaten Subang.
Selama menjalankan tugas sebagai birokrat, Asep mengaku merasakan suka dan duka. Namun, kepuasan terbesar baginya adalah ketika tanggung jawab yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik, masyarakat mendapatkan pelayanan, serta amanah dari pimpinan dapat dijalankan.
“Yang paling memberikan kepuasan batin itu ketika tanggung jawab yang diberikan bisa kita laksanakan dengan baik, masyarakat terlayani dan amanah pimpinan bisa kita tunaikan,” katanya.
Menurutnya, berbagai tantangan dan dinamika selama menjalankan tugas merupakan bagian dari proses pengabdian sebagai seorang ASN.
Setelah resmi pensiun, Asep mengaku belum memiliki rencana untuk langsung terjun ke dunia politik. Meski telah mendapat sejumlah tawaran, ia memilih untuk lebih dahulu beristirahat dan fokus kepada keluarga.
Hingga akhir tahun, Asep berencana mengurus berbagai keperluan internal keluarga, termasuk merawat dan membenahi rumah yang selama ini ditinggalkan karena kesibukan menjalankan tugas sebagai Sekda.
“Saya ingin istirahat dulu, mengurus keluarga dan menyelesaikan beberapa urusan di rumah sampai akhir tahun. Untuk politik, sejauh ini belum ada rencana,” ujarnya.
Menjelang berakhirnya masa jabatan, Asep juga berharap proses pengisian jabatan Sekda Kabupaten Subang yang baru dapat segera dilakukan.
Ia berharap seleksi terbuka atau open bidding dapat dilaksanakan secara paralel sebelum dirinya resmi pensiun.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan tidak terjadi kekosongan jabatan Sekda, meskipun hanya satu hari.
Asep menilai sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang, baik kepala dinas maupun Asisten Daerah, memiliki kapasitas yang memadai dan secara normatif telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi.
“Harapannya proses open bidding bisa dilakukan secara paralel sebelum saya pensiun, sehingga tidak terjadi kekosongan jabatan, walaupun hanya sehari,” tutur Asep.
Menariknya, sebelum meniti panjangnya karier di dunia birokrasi, Asep Nuroni ternyata memiliki cita-cita menjadi seorang guru matematika. Cita-cita tersebut muncul karena kekagumannya terhadap sosok guru yang pernah mengajarnya.
Namun, perjalanan hidup membawanya ke dunia birokrasi. Dalam menjalankan setiap amanah jabatan, Asep memegang prinsip untuk mengikuti proses seperti air mengalir, sembari selalu siap bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
Kini, setelah lima tahun memimpin administrasi pemerintahan sebagai Sekda dan puluhan tahun mengabdi sebagai ASN, Asep bersiap menutup satu fase pengabdian kedinasannya.
Bagi Asep, purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan babak baru untuk memberikan waktu lebih banyak bagi keluarga sekaligus tetap berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.(HR)


