Lingkup.id Jawa Barat Bandung Raya Rieke Suryaningsih Dorong Peparda VII Sukses Prestasi, Penyelenggaraan hingga Pemberdayaan UMKM Disabilitas
Bandung Raya Olahraga & Kesehatan

Rieke Suryaningsih Dorong Peparda VII Sukses Prestasi, Penyelenggaraan hingga Pemberdayaan UMKM Disabilitas

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id – Bandung, Persiapan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 tidak hanya dituntut sukses dari sisi prestasi atlet. Pelaksanaan ajang olahraga disabilitas tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan yang sportif, aksesibel, aman, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Rieke Suryaningsih, S.H., menegaskan dukungan terhadap penyelenggaraan Peparda VII harus dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan Peparda tidak cukup hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan kesiapan Kota Bandung sebagai tuan rumah penuh Peparda 2026 yang akan mempertandingkan 17 cabang olahraga. Pemerintah Kota Bandung juga telah menargetkan sukses penyelenggaraan sekaligus juara umum.

Rieke mengatakan, dukungan terhadap NPCI Kota Bandung perlu diarahkan pada beberapa aspek penting, mulai dari prestasi atlet hingga pemenuhan sarana dan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas.“Dukungan yang sangat baik dan terarah untuk suksesnya Pekan Paralimpik Daerah, baik sukses prestasi para atlet NPCI Kota Bandung maupun sukses penyelenggaraan. Asas sportivitas harus dijunjung tinggi, juga dengan sarana prasarana yang aksesibel, mudah, aman dan mandiri bagi disabilitas,” ujar Rieke.

Menurutnya, aspek aksesibilitas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event olahraga disabilitas. Fasilitas pertandingan, akomodasi, transportasi hingga area publik harus memastikan atlet dan masyarakat penyandang disabilitas dapat beraktivitas secara aman dan mandiri.

Selain sarana dan prasarana, Rieke juga mendorong adanya kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Menurutnya, Peparda merupakan agenda besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal.“Kita juga membutuhkan dukungan dari berbagai lintas dinas sesuai dengan tupoksinya. Karena suksesnya Peparda ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi bersama,” katanya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar kebutuhan atlet, pelayanan bagi kontingen, fasilitas aksesibel, kesehatan, keamanan hingga aspek sosial dapat dipersiapkan secara terintegrasi.

Dukungan terhadap olahraga disabilitas juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Kota Bandung sebagai kota yang inklusif. Terlebih, olahraga disabilitas tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Menariknya, Rieke juga meminta penyelenggaraan Peparda VII 2026 tidak hanya memberikan ruang kepada atlet, tetapi turut melibatkan pelaku UMKM disabilitas.

Menurutnya, event olahraga berskala besar seperti Peparda dapat menjadi momentum untuk membuka akses pasar dan memperluas kesempatan ekonomi bagi penyandang disabilitas.“Kemudian juga sukses pemberdayaan ekonomi dengan melibatkan UMKM disabilitas,” ujarnya.

Pelibatan UMKM disabilitas dapat dilakukan melalui penyediaan ruang pamer atau penjualan produk selama rangkaian kegiatan Peparda. Dengan demikian, penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan meninggalkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Di sisi lain, Rieke mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Peparda agar tetap memperhatikan aspek administrasi dan pertanggungjawaban.

Ia menilai tertib administrasi harus menjadi bagian dari kesuksesan penyelenggaraan agar seluruh kegiatan dapat berjalan transparan dan tidak menimbulkan persoalan setelah event berakhir.“Kita juga mengingatkan untuk tetap menjaga tertib administrasi agar tidak ada ekses setelah pelaksanaan,” tegasnya.

Sementara itu, NPCI Kota Bandung terus melakukan persiapan kontingen untuk menghadapi Peparda VII. Dukungan legislatif menjadi salah satu bagian dari upaya memastikan kebutuhan atlet dan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara maksimal.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kota Bandung juga menyatakan dukungan terhadap NPCI Kota Bandung menjelang Peparda VII 2026, termasuk mendorong agar kebutuhan anggaran untuk kontingen maupun penyelenggaraan sebagai tuan rumah dapat dipersiapkan.

Dengan dukungan lintas sektor tersebut, Peparda VII Jawa Barat 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi baru bagi atlet disabilitas, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sportivitas, aksesibilitas, inklusivitas dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Kota Bandung.***(Red).

Exit mobile version