Lingkup.id, SUBANG – Antusiasme anak-anak terhadap olahraga sepak bola terus tumbuh. Hal itu terlihat dalam kegiatan coaching clinic atau pelatihan sepak bola yang digelar di Lapangan Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sabtu, (08/08/2026).
Sebanyak 200 anak sekolah dasar berusia 8 hingga 12 tahun mengikuti pelatihan yang menghadirkan dua legenda Persib Bandung, Tantan dan Atep.
Para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Subang, tetapi juga datang dari wilayah Purwakarta dan Karawang. Mereka mendapat kesempatan belajar secara langsung mengenai teknik dasar sepak bola sekaligus memperoleh motivasi dari mantan pemain yang pernah berkiprah di level sepak bola nasional.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari passing, dribbling, hingga simulasi pertandingan yang dirancang menyerupai situasi nyata di lapangan.
Selain kemampuan teknis, Tantan dan Atep juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kedisiplinan, kerja sama tim, komunikasi, kerja keras, serta kemampuan mengambil keputusan ketika bermain.
Kehadiran kedua legenda Persib tersebut pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Interaksi secara langsung diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta laki-laki. Sejumlah siswa perempuan juga turut ambil bagian dalam pelatihan sepak bola tersebut.
Peserta, Abas dan Akbar, mengaku senang dapat mengikuti latihan secara langsung bersama mantan pemain Persib.
Kegiatan coaching clinic ini digelar Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, bekerjasama Threesept.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat membuka akses pembinaan sepak bola yang lebih luas bagi anak-anak sejak usia dini. Selain meningkatkan kemampuan bermain, pembinaan juga diharapkan mampu membentuk karakter dan mental para calon pesepak bola muda.
Mantan pemain Persib, Atep, mengatakan pembinaan sepak bola harus dilakukan sejak usia dini dan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis.
“Yang paling penting bukan hanya teknik, tapi bagaimana anak-anak ini bisa disiplin, bekerja sama, dan punya semangat untuk terus berkembang.”
Atep menilai tingginya minat generasi muda terhadap sepak bola menjadi modal penting dalam pengembangan olahraga tersebut di daerah.
Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Zaenal Arifin, berharap coaching clinic dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta sepak bola muda di Subang dan daerah sekitarnya.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar sepak bola sejak dini. Mudah-mudahan dari kegiatan seperti ini muncul bibit-bibit pemain yang nantinya bisa membawa nama baik Subang, bahkan Indonesia.”
Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak talenta muda yang memiliki kemampuan, karakter, serta mental kompetitif untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.(HR)


