Lingkup.id – Bandung, Konflik internal di tubuh Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Barat kian memanas. Ketua terpilih, Epriyanto Kasmuri, secara terbuka menolak keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang menginstruksikan Musyawarah Daerah (Musda) ulang serta pembentukan caretaker kepengurusan.
Dalam pertemuan terbuka bersama puluhan media rabu 15 april 2026 bertempat dikartika sari Dago Bandung , Epriyanto tak hanya menyampaikan keberatan, tetapi juga melontarkan kritik tajam terhadap proses pengambilan keputusan yang dinilai tidak transparan dan terkesan terburu-buru.
“Keputusan strategis organisasi seharusnya berbasis aturan yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tidak, ini berbahaya bagi kredibilitas organisasi,” tegasnya.
Ia menilai pembentukan caretaker dilakukan terlalu cepat tanpa melalui proses yang matang, sehingga berpotensi menimbulkan preseden buruk dalam tata kelola organisasi.
Sebagai bentuk sikap resmi, Epriyanto telah mengirimkan surat penolakan terhadap keputusan tersebut. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika keberatan tersebut diabaikan.
“Kalau dalam tujuh hari tidak ada respons, kami akan membawa persoalan ini ke lembaga arbitrase olahraga,” ujarnya.
Langkah ini menandai eskalasi konflik dari sekadar polemik internal menjadi potensi sengketa hukum di ranah olahraga nasional.

Meski situasi organisasi tengah bergejolak, Epriyanto memastikan bahwa persiapan cabang olahraga bola basket menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tetap berjalan normal. Seluruh tahapan teknis, termasuk verifikasi keabsahan atlet, disebut telah rampung.
“Untuk Porprov, tidak ada masalah. Semua sudah siap dan tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa konflik di level organisasi tidak akan mengganggu kesiapan atlet di lapangan.
Namun demikian, polemik ini masih menyisakan pertanyaan besar terkait legitimasi kepengurusan dan arah kebijakan organisasi ke depan. Jika tidak segera diselesaikan, konflik ini berpotensi melebar dan memengaruhi stabilitas PERBASI Jawa Barat secara keseluruhan.***(Red)


