Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Pilkades Wantilan: Tiga Calon Kades Bertarung, Komarudin Diunggulkan Berkat Kerja Nyata
Informasi Jawa Barat Pemerintah Peristiwa Subang

Pilkades Wantilan: Tiga Calon Kades Bertarung, Komarudin Diunggulkan Berkat Kerja Nyata

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, SUBANG — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, periode 2026-2034 diprediksi berlangsung menarik.

Pilkades yang dijadwalkan digelar pada 6 Desember 2026 tersebut akan diikuti sejumlah bakal calon kepala desa. Dari tiga orang yang telah menyerahkan berkas pendaftaran, dua di antaranya diketahui memiliki hubungan keluarga sebagai keponakan dan paman.

Salah satu kandidat yang kembali maju adalah calon petahana, Komarudin, S.Pd., M.I.P. Ia dipastikan akan menghadapi salah satu keponakannya dalam kontestasi memperebutkan kursi Kepala Desa Wantilan.

Meski harus berhadapan dengan keluarga sendiri, dukungan terhadap Komarudin disebut masih cukup kuat. Sejumlah warga menilai selama memimpin Desa Wantilan, Komarudin memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan sejumlah program yang dirasakan langsung warga.

Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan desa, penyediaan tempat sampah, hingga kepedulian terhadap warga yang mengalami musibah, sakit maupun kesulitan.
Bahkan, kendaraan pribadi Komarudin disebut kerap digunakan untuk membantu warga ketika membutuhkan kendaraan untuk keperluan tertentu.

Cicih (70), warga RT 10/RW 04 Desa Wantilan, mengatakan kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakat menjadi hal yang penting.

Menurutnya, perbedaan antara pemimpin yang sudah memiliki pengalaman dengan calon yang baru maju dapat dilihat dari rekam jejak dan bukti kerja yang telah dilakukan.

“Kalau yang sudah menjadi kepala desa, masyarakat sudah bisa melihat apa yang sudah dikerjakan. Misalnya ketika ada warga yang terkena musibah, sakit atau membutuhkan bantuan, beliau hadir dan membantu,” ujar Cicih. Kamis, (03/09/2026).

Ia juga menilai kedekatan Komarudin dengan masyarakat terlihat dari kebiasaannya turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan warga.

Kehadiran dalam kegiatan masyarakat, seperti kerja bakti, hajatan maupun takziah, dinilai menjadi bentuk pendekatan humanis yang membuat seorang pemimpin lebih dekat dengan warganya.

Selain itu, program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi salah satu hal yang menurut warga cukup membekas.

Mulai dari bantuan sosial, fasilitas kendaraan siaga desa hingga kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan kesehatan dinilai menjadi bagian dari pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat.

Namun, dukungan tersebut juga diiringi harapan agar jika kembali dipercaya memimpin Desa Wantilan, pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Warga berharap program yang sudah berjalan dapat dilanjutkan, sementara kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh bisa menjadi perhatian pada periode berikutnya.

Komarudin mengatakan pencalonannya kembali dalam Pilkades Wantilan bukan semata-mata untuk mempertahankan jabatan, tetapi juga melanjutkan sejumlah program yang belum terlaksana.

Ia menyebut dirinya bersama keluarga telah berupaya menjaga langkah dan sikap selama proses menuju Pilkades.

“Langkah saya dan keluarga, intinya yang penting punya nilai baik, Insya Allah akan mendapatkan hasil yang baik,” kata Komarudin.

Komarudin menambahkan, apabila kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat, dirinya ingin melanjutkan program-program yang belum terlaksana pada periode sebelumnya.

Di sisi lain, sisi humanis Komarudin juga terlihat dalam momen sebelum dirinya mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa.

Sebelum mendaftar, Komarudin disebut terlebih dahulu meminta doa dan restu kepada kedua orang tuanya. Dalam momen tersebut, ia bahkan bersujud dan mencium kaki kedua orang tuanya sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu.

Panitia Pastikan Pilkades Berjalan Transparan
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Wantilan, Asep Usman, mengatakan pihaknya berkomitmen menyelenggarakan seluruh tahapan Pilkades secara jujur, transparan dan terbuka.

Menurut Asep, hingga saat ini sudah ada tiga orang yang menyerahkan berkas pendaftaran. Namun, jumlah tersebut belum dapat dipastikan sebagai jumlah final calon kepala desa karena proses pemeriksaan dan kelengkapan administrasi masih berlangsung.

“Kami mengapresiasi dan memaknai ini sebagai bukti niat yang luhur, cinta kepada Desa Wantilan dan keinginan untuk melanjutkan program-program yang ada,” ujar Asep.

Ia mengatakan panitia akan menjunjung netralitas dalam seluruh tahapan Pilkades.

“Panitia ingin menjamin kegiatan Pilkades ini berjalan jujur, langsung, menjunjung netralitas, transparan dan terbuka, baik melalui media sosial maupun secara langsung,” katanya.

Asep menjelaskan, penyerahan berkas pendaftaran yang telah dilakukan para bakal calon masih akan melalui tahapan pemeriksaan.

Bagi bakal calon yang berkasnya belum lengkap, panitia akan memberikan kesempatan untuk melengkapinya sesuai jadwal tahapan yang telah ditentukan.

Panitia juga mengimbau seluruh bakal calon, pendukung dan masyarakat Desa Wantilan untuk tetap menjaga persaudaraan selama proses Pilkades berlangsung.

“Kami memohon kepada para calon dan seluruh warga Wantilan agar tetap menjaga silaturahmi, kerukunan, ketertiban dan keamanan. Jalankan kampanye secara santun dan sesuai aturan,” pungkasnya.

Dengan adanya hubungan kekerabatan di antara kandidat, Pilkades Wantilan diperkirakan menjadi salah satu kontestasi desa yang menarik perhatian masyarakat.

Meski demikian, panitia berharap perbedaan pilihan tidak sampai mengganggu persaudaraan dan kerukunan warga Desa Wantilan. (HR)

Exit mobile version