Lingkup.id, Subang – Perjuangan seorang perempuan paruh baya di wilayah Pantura Subang ini patut menjadi inspirasi. Setelah puluhan tahun menabung dari hasil berjualan sayuran, Entin (55), warga Dusun Tanjung Asem, Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, akhirnya mampu mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah.
Wajah haru bercampur bahagia tampak jelas dari Entin saat menceritakan perjalanan panjangnya. Ia mengaku telah memulai menabung sejak tahun 2004, dengan menyisihkan sebagian kecil penghasilannya setiap hari.
Sehari-hari, Entin menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup. Mulai dari pekerjaan serabutan hingga berjualan kangkung dari lahan sewaan. Dari usaha tersebut, ia menyisihkan uang antara Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per hari.
Usahanya membuahkan hasil. Pada tahun 2014, Entin berhasil mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji. Setelah menunggu lebih dari satu dekade, tahun ini ia akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Tergabung dalam Kloter 39, Entin dijadwalkan berangkat pada 19 Mei 2026. Meski harus berangkat seorang diri setelah suaminya meninggal dunia, hal itu tidak menyurutkan tekadnya untuk menjadi tamu Allah.
“Saya mulai nabung dari tahun 2004, sedikit-sedikit dari hasil jualan sayur. Alhamdulillah sekarang bisa berangkat haji, meski harus sendiri.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang mengapresiasi ketekunan dan kegigihan Entin dalam mewujudkan impiannya.
“Ibu Entin ini contoh nyata jamaah yang istiqomah. Di tengah keterbatasan ekonomi, beliau tetap konsisten menabung hingga akhirnya bisa berangkat haji.” ujar PLT Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Subang, Rozak.
Pada tahun 2026, Kabupaten Subang akan memberangkatkan sebanyak 453 calon jamaah haji yang terbagi dalam Kloter 34 dan Kloter 39. Seluruh jamaah dijadwalkan berangkat melalui Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, dan akan tiba di Makkah pada gelombang kedua.(HR)


