Informasi Jawa Barat Sosial & Gaya Hidup Subang

Mak Tiyem, Lansia di Pantura Subang Hidup di Gubuk 2×2 Meter, Buat Tidur Aja Susah

Lingkup.id, Subang – Nasib memprihatinkan dialami Mak Tiyem, seorang lansia sebatang kara di Dusun Warung Doyong, Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.

Di usia senja, ia harus bertahan hidup di sebuah gubuk kecil berukuran sekitar dua kali dua meter yang jauh dari kata layak huni.
Gubuk yang ditempati Mak Tiyem hanya terbuat dari serpihan triplek dengan atap genteng seadanya.

Kondisi di dalamnya sangat sederhana tanpa perabotan yang memadai. Lantai rumah masih berupa tanah, bahkan ia tidak memiliki fasilitas toilet.

Ruang yang sempit membuat Mak Tiyem kesulitan untuk sekadar beristirahat dengan nyaman apalagi buat tidur. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya bisa bergantung pada belas kasihan tetangga sekitar.

Sesekali, anak perempuannya datang menjenguk. Namun kondisi ekonomi sang anak juga tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan lebih.

Salah satu tetangga, Cani, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami Mak Tiyem.

“Iya, kasihan Mak Tiyem hidup sendiri, rumahnya juga seperti itu. Sehari-hari paling dibantu sama tetangga sini seadanya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Jaih Gunawan, yang berharap adanya perhatian dari pemerintah.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, minimal bisa dibangunkan rumah yang layak untuk Mak Tiyem,” katanya.

Warga sekitar berharap adanya respons cepat dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk memberikan bantuan, baik berupa renovasi maupun pembangunan rumah layak huni bagi Mak Tiyem.

Kondisi ini menjadi perhatian bersama, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lansia yang hidup dalam keterbatasan.(Hry)

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px