Tasikmalaya

16 Tahun Irigasi Mati, Wabup Tasikmalaya Sidak: Tagih Janji “Rehab Tuntas” yang Tak Kunjung Nyata

Lingkup.id, Tasikmalaya – Penantian panjang petani di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya mendapat perhatian. Setelah 16 tahun aliran air tak kunjung mengalir, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Irigasi Ciramajaya di Desa Cibalanarik.

Di lokasi, Asep menyaksikan kondisi yang memprihatinkan. Pintu-pintu air tampak berkarat dan terbengkalai, tanpa aliran air sedikit pun—seolah menjadi saksi bisu terbengkalainya infrastruktur vital bagi petani.

Sidak tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat, Camat Tanjungjaya, serta perwakilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.

Permasalahan Irigasi Ciramajaya sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2010, kawasan ini telah diproyeksikan menjadi lahan sawah produktif. Namun hingga 2026, harapan itu belum juga terwujud.

“Ini soal kemanfaatan. Ada fasilitas negara yang dibiarkan terbengkalai,” tegas Asep.

Ia juga menyoroti janji program “Rehab Tuntas” yang digaungkan beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum menunjukkan hasil nyata.

“Saya malu kepada masyarakat. Janji itu harus ditepati. Jangan sampai slogan ‘Rehab Tuntas’ hanya jadi omon-omon. Pak Prabowo bilang, jangan omon-omon—harus dikerjakan,” ujarnya dengan nada keras.

Berdasarkan hasil pantauan, saluran Irigasi Ciramajaya memiliki panjang sekitar 16 kilometer, membentang dari Kecamatan Mangunreja, melewati Tanjungjaya, hingga Sukaraja. Namun saat ini, air hanya mampu mengalir sekitar 10 kilometer.

Sejumlah persoalan utama pun terungkap. Mulai dari debit air yang tidak mencukupi hingga sistem gilir air yang dinilai tidak efektif. Selain itu, banyak saluran yang tersumbat sehingga membutuhkan normalisasi total dari hulu hingga hilir.

Akibatnya, sekitar 400 hingga 500 hektare lahan sawah belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena tidak teraliri air.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kini tengah berupaya melobi pemerintah pusat dan provinsi. Revitalisasi irigasi ini direncanakan akan diajukan melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang percepatan perbaikan jaringan irigasi.

“Insya Allah, kita perjuangkan agar revitalisasi bisa terlaksana pada 2027. Kami ingin saluran ini kembali berfungsi normal,” kata Asep.

Harapan serupa disampaikan tokoh masyarakat Desa Cibalanarik, Oos Basor. Ia meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap kondisi petani.

“Saya mohon, jangan hanya jalan yang diperbaiki. Perut rakyat dari sektor pertanian juga harus jadi prioritas. Sudah hampir 17 tahun warga tidak melihat air mengalir di sini,” ungkapnya.

Menutup kunjungan, Asep juga memberikan peringatan kepada warga yang menempati area sepanjang saluran irigasi. Ia meminta kesadaran masyarakat jika nantinya dilakukan penertiban demi kelancaran revitalisasi.

“Kalau ada bangunan yang berdiri di atas lahan irigasi, tolong sadar diri. Ini tanah negara untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi, karena selain merusak lingkungan, hal tersebut juga menghambat fungsi irigasi itu sendiri.

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px