Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Pemkab Tasikmalaya Perkuat Sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Penanganan Sampah Jadi Prioritas
Tasikmalaya

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Penanganan Sampah Jadi Prioritas

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup id, Tasikmalaya – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Selain mempertahankan predikat sebagai daerah dengan kualitas udara paling bersih di Indonesia, Pemkab Tasikmalaya kini memfokuskan langkah pada penguatan pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan kebanggaannya atas capaian Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai memiliki kualitas udara terbaik di Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar klaim, melainkan berdasarkan hasil pengukuran yang melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kualitas udara paling bersih ini modal bagi kita. Karena itu, di samping patut berbangga, kita juga perlu mempertahankannya. Maka, ke depan kita perlu berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Asep Sopari, Senin (8/6/2026).

Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi tersebut, Pemkab Tasikmalaya berencana memperkuat program penghijauan melalui penanaman pohon serta pelestarian vegetasi yang sudah ada. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung terciptanya kawasan tangkapan karbon (carbon capture) sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Namun demikian, Asep menegaskan bahwa upaya menjaga kualitas lingkungan tidak hanya bertumpu pada sektor penghijauan. Persoalan sampah juga harus mendapat perhatian serius agar kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Karena itu, dirinya telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PU-TRPP-LH) untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan memiliki nilai ekonomi.

“Karena dari pengolahan sampah itu dapat memberikan nilai manfaat lebih. Maka ketika kita berinvestasi pada persampahan secara berkelanjutan, pengelolaannya nanti harus secara mandiri, tidak lagi membebani APBD,” lanjut Asep Sopari.

Kabar baiknya, upaya tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pemkab Tasikmalaya berpeluang memperoleh bantuan sarana angkutan sampah yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan persampahan.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat terealisasi. Karena katanya nanti Pak Menteri akan berkunjung ka Kabupaten Tasikmalaya, pada saat penyerahan bantuannya,” harap Asep Sopari.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramadhan Nugraha, mengakui bahwa keterbatasan armada masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan pengangkutan sampah di daerahnya.

Saat ini, dari total 10 unit truk pengangkut sampah yang dimiliki, dua unit mengalami kerusakan dan tidak dapat dioperasikan. Kondisi tersebut membuat armada aktif yang tersedia hanya tersisa delapan unit.

“Armadanya memang kurang sekali. Kalau kita bandingkan dengan daerah lain yang luas daerahnya lebih kecil, minimal mereka punya 20 sampai 40 armada,” kata Deden.

Menurutnya, penambahan armada akan sangat membantu peningkatan layanan pengelolaan sampah di Kabupaten Tasikmalaya. Selain memperkuat sistem pengangkutan, keberadaan armada yang memadai juga dapat mendorong pengelolaan sampah berbasis wilayah hingga tingkat kecamatan.

Meski pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) masih membutuhkan proses yang panjang, Deden menilai penguatan sarana dan prasarana saat ini dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap kecamatan diharapkan dapat memiliki titik pengelolaan sampah sendiri sehingga penanganannya menjadi lebih efektif dan terukur.

Exit mobile version