Lingkup.id Jawa Barat Sumedang Musim Kemarau Picu Karhutla di Sumedang, BPBD Catat Empat Lokasi Terdampak
Jawa Barat Peristiwa Sumedang

Musim Kemarau Picu Karhutla di Sumedang, BPBD Catat Empat Lokasi Terdampak

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Sumedang– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mencatat sedikitnya empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Juni 2026. Peristiwa tersebut terjadi di sejumlah wilayah seiring meningkatnya potensi kebakaran akibat musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Hendar mengatakan, empat kejadian karhutla itu tersebar di wilayah Tomo, Cibereum, Ciherang, dan Margalaksana. Kondisi vegetasi yang mengering membuat api lebih cepat merambat ketika muncul sumber panas maupun percikan api.

“Vegetasi yang sudah kering menyebabkan api mudah menyebar. Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada selama musim kemarau,” kata Hendar, Senin (29/6/2026).

Selain karhutla, BPBD juga mencatat sekitar 12 kasus kebakaran rumah dalam periode yang sama. Kondisi cuaca yang semakin kering dinilai menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, BPBD belum menemukan indikasi bahwa kebakaran lahan dipicu aktivitas pembukaan lahan. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian masyarakat, seperti membuang puntung rokok sembarangan yang kemudian memicu api di area dengan vegetasi kering.

“Kami tidak menemukan indikasi kebakaran itu berasal dari aktivitas pembukaan lahan. Dugaan sementara lebih mengarah pada faktor kelalaian masyarakat, misalnya membuang puntung rokok sembarangan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD terus memantau perkembangan cuaca serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi insiden.

“Di sisi lain, upaya edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Warga diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput dan semak kering selama musim kemarau,” ujarnya.

BPBD berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dapat menekan jumlah kejadian karhutla di Kabupaten Sumedang, sehingga dampak yang ditimbulkan tidak meluas maupun menyebabkan kerugian yang lebih besar.

“Kami berharap kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran terus ditingkatkan selama musim kemarau,” pungkasnya.

Exit mobile version