Lingkup.id, Tasikmalaya — Peringatan hari ulang tahun tidak selalu identik dengan perayaan mewah dan seremonial megah. Semangat berbagi dan kehadiran nyata di tengah masyarakat akar rumput justru menjadi pilihan utama dalam perayaan Milad ke-3 HIDIR Foundation.
Bertempat di kawasan Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, yayasan ini menggelar aksi sosial masif yang menyasar total 7.000 penerima manfaat, terdiri atas 4.000 anak-anak (khususnya anak petani dan santri) serta 3.000 warga kurang mampu, Sabtu (25/7/2026).
Di tengah dinamika perkampungan Tasikmalaya, akses terhadap kesejahteraan dan fasilitas kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan harian bagi sebagian keluarga. Melihat realitas tersebut, HIDIR Foundation hadir langsung untuk merangkul kelompok yang paling membutuhkan perhatian ekstra.
Pembina HIDIR Foundation, Prof. Dr. KH. Achmad Tjachja Nugraha, menegaskan bahwa solidaritas sosial terhadap anak-anak petani dan santri harus diejawantahkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan.
“Kepedulian kepada masyarakat harus hadir dalam bentuk nyata. Anak-anak petani, anak-anak pesantren, dan masyarakat perkampungan adalah bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian kita bersama,” ujar Guru Besar Ekonomi Pertanian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PISPI tersebut.
Ia menambahkan, keberpihakan kepada masyarakat kelas bawah merupakan investasi sosial yang krusial untuk merajut masa depan bangsa.
“Ketika kita membantu seorang anak, sesungguhnya kita sedang membantu menyiapkan masa depan. Karena itu, kepedulian sosial harus terus dirawat dan dilakukan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Selain pembagian sedekah secara langsung, rangkaian kegiatan sosial ini juga dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian makanan bagi masyarakat yang hadir.
Ketua Panitia Kegiatan, Sunan Girilaya, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang agar dampaknya benar-benar dirasakan secara merata oleh warga pelosok desa.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, sasaran kami adalah masyarakat perkampungan, anak-anak petani, anak-anak pesantren, dan warga kurang mampu,” tutur Sunan.
Ia juga menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan terletak pada kemeriahan acaranya, melainkan pada kebahagiaan dan keringanan beban yang dirasakan oleh warga.
“Bagi kami, yang paling penting bukan kemeriahannya, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan meringankan beban mereka,” tambahnya.
Aksi kemanusiaan yang bertepatan dengan momentum Milad ke-3 HIDIR Foundation ini turut mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai elemen strategis. Sejumlah tokoh dan perwakilan institusi tampak hadir di lokasi, di antaranya: Kasrem Tarumanagara, Danpom Kodaeral III, Perwakilan Polres Garut, Perwakilan PLN Tasikmalaya, Jajaran pimpinan masyarakat dari berbagai desa sekitar.
Melalui momentum di Suryalaya ini, HIDIR Foundation membuktikan bahwa solidaritas sosial tidak harus selalu lahir dari program-program birokratis yang rumit. Perhatian tulus yang berfokus pada anak-anak petani, santri, dan warga perkampungan mampu menjadi katalisator kuat untuk merawat harapan serta mempererat ikatan kebersamaan di tingkat akar rumput.


