August 16, 2026
Bandung, Jawa Barat
Tasikmalaya

Lomba Ngaliwet di Pinggir Situ Sanghiyang, 1.000 Warga Tanjungjaya Semarakkan HUT RI ke-81

Lingkup.id, Tasikmalaya — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung dengan nuansa khas pedesaan. Sebanyak 100 kastrol nasi liwet dimasak warga di pinggir Situ Sanghiyang, Minggu (16/8).

Sejak pagi, asap dari tungku kayu mengepul di antara rindangnya pepohonan. Aroma nasi liwet dan lauk pauk khas Sunda berpadu dengan suasana alami kawasan Situ Sanghiyang.

Ratusan warga dari berbagai desa turut ambil bagian dalam Lomba Ngaliwet Piala Wakil Bupati Tasikmalaya. Setiap kelompok membawa perlengkapan memasak, mulai dari rantang hingga kayu bakar.

Kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan memasak. Warga juga menjadikannya sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menikmati suasana alam Situ Sanghiyang.

Memey, salah satu peserta, mengaku senang dapat mengikuti lomba ngaliwet yang digelar di kawasan Situ Sanghiyang. Menurutnya, memasak di alam terbuka memberikan pengalaman berbeda.

“Saya senang sekali ikut kegiatan lomba ngaliwet, apalagi ini kembali di Alam di pinggir Situ Sanghiyang jadi alaminya dapat” kata Memey, peserta.

Hal serupa disampaikan Reni. Ia mengaku antusias mengikuti Lomba Ngaliwet Piala Wakil Bupati karena dapat merasakan langsung suasana pedesaan di kawasan danau.

“Saya antusias ikut lomba nasi liwet ini. Suasana Situ Sanghiyang yang airnya tenang jadi pemandangan tersendiri. Ngaliwet makin terasa di kampung” kata Reni, peserta lomba.

Bagi Reni, memasak di pinggir danau bukan hanya tentang memenangkan perlombaan. Suasana alam yang rindang dan angin sepoi-sepoi membuat tradisi ngaliwet terasa semakin kental.

“Jadi ini bentuk nyatanya kalau ngaliwet yah di kebun atau di lokasi yang rindang-rindang ini” tambah Reni sambil mengipas bara.

Lomba ngaliwet tersebut diikuti 100 kastrol. Masing-masing kastrol terdiri dari 10 orang, sehingga sekitar 1.000 warga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Penilaian tidak hanya berfokus pada cita rasa nasi liwet. Keunikan penyajian serta kekompakan peserta juga menjadi bagian yang dinilai oleh juri.

“Lomba ngaliwet piala Wabup diikuti oleh 100 kastrol masing-masing per kastrol 10 orang. Jadi penilaiannya liwet unik dan rasa” kata Camat Tanjungjaya Rahmat Zaenal Muttaqin.

Rahmat mengatakan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat silaturahmi antar warga.

“Panitia menyiapkan juri untuk menilai keunikan penyajian dan rasa nasi liwet. Selain hadiah utama ada juga door prize untuk peserta. Ada domba hadiah utamanya” jelas Rahmat.

Pengumuman pemenang pun berlangsung meriah. Sorak sorai dan tepuk tangan warga pecah ketika hadiah utama berupa seekor domba diserahkan kepada pemenang.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi, turut hadir dan duduk lesehan bersama masyarakat. Ia mengatakan pemilihan Situ Sanghiyang sebagai lokasi kegiatan sekaligus menjadi upaya mengenalkan potensi wisata lokal.

“Lomba ngaliwet ini memeriahkan HUT RI ke-81 tahun / Di sisi lain ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan / kita kenalkan potensi wisata lokal agar semakin terkenal” kata Asep.

Menurut Asep, kondisi Situ Sanghiyang yang masih asri dan alami menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata di wilayah Tasikmalaya selatan.

“Utamanya lagi ini kan di Situ Sanghiyang potensi wisata lokal kita angkat lagi. Supaya makin terkenal. Lokasi masih hutannya asri. Jadi sengaja ngaliwetnya di pinggir situ ini” kata Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi.

Pemkab Tasikmalaya berharap kegiatan berbasis budaya dan kearifan lokal seperti lomba ngaliwet dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain memperkenalkan destinasi wisata, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama. Pejabat, panitia, dan warga menyantap nasi liwet hasil lomba lengkap dengan lauk ayam, ikan, dan sambal.

“Saya sama istri ikut makan nasi liwet. Enak ternyata masakan ibu-ibu di Tanjungjaya. Kita syukuri Kemerdekaan ini dengan bersama-sama dan berbagi kebahagiaan” pungkas Asep.

 

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px