Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Leuwi Kondang di Subang Mengering Akibat Kemarau, Jadi Wisata Dadakan Ramai Dikunjungi Warga
Informasi Jawa Barat Peristiwa Serba - Serbi Subang Wisata & Kuliner

Leuwi Kondang di Subang Mengering Akibat Kemarau, Jadi Wisata Dadakan Ramai Dikunjungi Warga

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Subang – Musim kemarau menghadirkan destinasi wisata dadakan yang kini ramai dikunjungi warga di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Leuwi Kondang Muara Cihuni yang berada di Kampung Cigancang, Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, menjadi pilihan masyarakat untuk menikmati suasana sungai yang surut dengan panorama alam yang asri.

Menurunnya debit air Sungai Cilamaya akibat musim kemarau dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi wisata alam. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa tampak menikmati kesegaran air sungai di bawah rindangnya pepohonan yang membentang di sepanjang bantaran sungai.

Selain berenang, para pengunjung juga memanfaatkan hamparan batu yang muncul di tengah sungai sebagai lokasi berfoto dengan latar pemandangan alam yang indah.

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Karawang, Nur, mengaku baru pertama kali datang ke Leuwi Kondang setelah melihat unggahan lokasi tersebut yang viral di media sosial.

“Tempatnya bagus, airnya jernih dan suasananya sejuk. Saya tahu tempat ini dari media sosial, ternyata setelah datang memang sesuai dengan yang ada di video,” ujar Nur.

Sementara itu, pengelola wisata Leuwi Kondang, Raino Maulana, mengatakan kawasan tersebut mulai dikenal masyarakat setelah video yang menampilkan keindahan lokasi saat debit air Sungai Cilamaya menyusut di musim kemarau diunggah ke media sosial.

Menurutnya, kawasan tersebut hanya dapat dinikmati saat musim kemarau karena pada musim hujan debit air sungai meningkat sehingga tidak aman dijadikan lokasi wisata.

“Awalnya hanya direkam untuk memperlihatkan pemandangan saat air sungai surut. Setelah videonya viral, pengunjung terus berdatangan dari berbagai daerah seperti Karawang, Purwakarta hingga wilayah Pantura Subang,” kata Raino Maulana.

Meski semakin populer, pengelola tidak menetapkan tarif masuk ke kawasan wisata tersebut. Pengunjung hanya diminta memberikan sumbangan secara sukarela di area parkir kendaraan tanpa adanya pungutan yang diwajibkan.

Pengelola berharap para pengunjung tetap menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan Leuwi Kondang. Dengan begitu, wisata alam musiman yang hanya muncul saat debit Sungai Cilamaya mengering ini dapat terus dinikmati masyarakat tanpa merusak kelestarian lingkungan.(HR)

Exit mobile version