Lingkup.id Serba - Serbi Olahraga & Kesehatan Konsistensi Organisasi Fondasi Pembinaan Sepak Bola di Bandung
Olahraga & Kesehatan

Konsistensi Organisasi Fondasi Pembinaan Sepak Bola di Bandung

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Bandung – Pemerintah Kota Bandung bersama pengurus sepak bola daerah mendorong penguatan sistem kompetisi berjenjang guna melahirkan talenta-talenta muda baru. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan proses pembinaan pemain berlangsung berkelanjutan dari level kota hingga provinsi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Bandung memiliki peran strategis dalam membangun sistem pembinaan yang konsisten. Menurutnya, organisasi sepak bola di tingkat kota harus menjalankan program yang stabil agar proses pembinaan pemain berjalan berkesinambungan.

“Yang harus dilaksanakan adalah program yang menunjukkan konsistensi dan stabilitas ASKOT PSSI Kota Bandung. Ini sangat penting sebagai bentuk kompliansi terhadap statuta PSSI yang menjadi pedoman organisasi,” ujar Farhan dalam Kongres PSSI Kota Bandung sekaligus peringatan 93 tahun Persib Bandung di Gedung PSSI Provinsi Jawa Barat, Jalan Lodaya, Sabtu (14/3/2026).

Farhan mengatakan, kolaborasi antara ASKOT dan Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat sangat penting dalam membangun sistem pencarian bakat atau talent scouting. Melalui kerja sama tersebut, potensi pemain muda di daerah diharapkan dapat terdeteksi lebih awal dan dibina secara berkelanjutan.

“Kami sepaham bahwa ASKOT dan ASPROV memiliki kewajiban melahirkan talenta-talenta baru. Karena itu talent scouting menjadi sangat penting, begitu juga pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.

Menurut Farhan, kehadiran kompetisi seperti Liga Jabar Istimewa dan Liga Bandung Utama dapat menjadi jalur pembinaan bagi pemain muda. Kompetisi tersebut diharapkan membentuk ekosistem sepak bola yang memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang secara bertahap.

Selain itu, ia juga menyinggung dinamika diskusi terkait sejarah berdirinya Persib Bandung. Farhan menilai perbedaan pandangan dalam kajian sejarah merupakan hal yang wajar selama bertujuan memperkaya pemahaman.

“Oh, sebuah diskursus itu harus ada. Dinamika itu perlu supaya kita tidak terlalu nyaman dengan satu pandangan. Tapi sekarang kita sudah sepakat bahwa tanggal berdiri Persib adalah 14 Maret 1933,” kata Farhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Sigit Iskandar, menegaskan bahwa penguatan pembinaan olahraga akan terus dilakukan melalui peningkatan kualitas pelatih dan atlet.

Ia menyebutkan bahwa program Bandung Utama menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di Kota Bandung.

“Dengan program Bandung Utama ini kita gaspol. Pembinaan harus lebih berkembang dan lebih baik lagi. Tadi Pak Ketua juga sudah berdiskusi untuk meningkatkan pelatihan, bahkan menghadirkan coaching clinic dari luar negeri seperti dari Prancis dan negara lain,” kata Sigit.

Menurutnya, kehadiran pelatih internasional dalam kegiatan pelatihan diharapkan mampu memberikan metode latihan baru bagi pelatih lokal sehingga kualitas pembinaan atlet semakin meningkat.

Selain meningkatkan prestasi olahraga, Sigit menilai penyelenggaraan berbagai kompetisi juga dapat mendorong aktivitas masyarakat sekaligus menggerakkan ekosistem olahraga di Kota Bandung.

“Ketika kita banyak menggelar event-event olahraga, orang akan datang ke Bandung. Selain meningkatkan prestasi, kegiatan itu juga akan menggerakkan masyarakat agar lebih aktif berolahraga,” ujarnya.***(Red)

Exit mobile version