Lingkup.id, Subang — Memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor perjalanan ibadah umrah.
Sejumlah biro perjalanan haji dan umrah di Kabupaten Subang, Jawa Barat, memilih bersikap waspada dengan terus memantau perkembangan penerbangan menuju Arab Saudi.
Para pelaku usaha menyatakan hingga kini belum ada pembatalan massal dari calon jemaah. Namun, mereka secara intensif mengikuti informasi resmi terkait akses penerbangan dari Kementerian Haji dan Umrah guna memastikan keamanan dan kelancaran keberangkatan.
Salah satu biro perjalanan haji dan umrah di Subang, Rizma Tour, menyebut mayoritas calon jemaah masih memilih menunggu kepastian tanpa membatalkan rencana perjalanan.
Pengelola Rizma Tour, Ahmad Syahid, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario alternatif sebagai langkah antisipasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak Kementerian Agama dan Umrah. Jika diperlukan, kami siap mengalihkan rute penerbangan melalui maskapai yang tidak terdampak penutupan bandara, meski ada kemungkinan tambahan biaya atau kebutuhan visa transit,” ujarnya.
Menurut Ahmad Syahid, pada bulan ini terdapat sekitar 57 calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat melalui Rizma Tour.
Hingga saat ini, seluruh proses keberangkatan masih berjalan sesuai rencana.
“Belum ada pembatalan maupun penundaan penerbangan, meskipun situasi keamanan di Timur Tengah sedang memanas,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang calon jemaah umrah, Yusrohim, mengaku tetap tenang dan mempercayakan keputusan kepada pihak travel.
“Kami mengikuti arahan dari biro perjalanan dan pemerintah. Selama dinyatakan aman, kami siap berangkat,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar mempertimbangkan penundaan perjalanan, menyusul dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, biro perjalanan haji dan umrah di Subang masih menunggu kepastian lebih lanjut sembari mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jemaah.(Hry)


