Lingkup.id, SUBANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, membuka ruang seluas-luasnya bagi para kepala satuan pendidikan untuk menyampaikan kritik, saran, maupun masukan terhadap kepemimpinannya.
Menariknya, seluruh pendapat tersebut dapat disampaikan secara anonim agar peserta lebih leluasa dan objektif.
Langkah itu dilakukan saat Heri memimpin apel pembinaan perdana yang diikuti sekitar 182 kepala satuan pendidikan di halaman Kantor Disdikbud Kabupaten Subang, Jalan KS Tubun, Senin kemarin (29/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta diberikan selembar kertas untuk menuliskan evaluasi, kritik, maupun saran terkait kepemimpinan Kepala Disdikbud.
Seluruh lembar masukan kemudian dikumpulkan sebagai bahan evaluasi internal tanpa harus mencantumkan identitas penulis.
“Saya ini ibarat sopir dalam sebuah kendaraan. Silakan sampaikan kritik dan saran kepada saya secara objektif dan berdasarkan fakta,” ujar Heri.
Menurutnya, budaya saling mengingatkan dan memberikan kritik yang membangun menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki tata kelola pendidikan di Kabupaten Subang.
Karena itu, ia tidak ingin ada sekat antara pimpinan dan kepala sekolah dalam menyampaikan evaluasi.
Selain menjadi apel pembinaan perdana, kegiatan tersebut juga akan dijadikan agenda rutin setiap bulan. Forum itu diharapkan menjadi sarana evaluasi, refleksi, serta penguatan pelaksanaan tugas kepala satuan pendidikan.
Dalam arahannya, Heri turut mengingatkan pentingnya profesionalisme kepala sekolah dan guru. Ia menegaskan setiap pendidik harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan terutama kompetensi kepribadian sebagai dasar menjadi teladan bagi peserta didik.
Ia juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan menyusun perencanaan kerja yang terukur melalui roadmap dan program yang mampu menghasilkan perubahan nyata di sekolah masing-masing.
Terkait rotasi dan mutasi jabatan, Heri menegaskan kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kinerja untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan, bukan sekadar perpindahan jabatan.
Di akhir sambutannya, Heri menyampaikan target pembangunan pendidikan di Kabupaten Subang. Pemerintah menargetkan seluruh persoalan infrastruktur dan sarana prasarana pendidikan dapat dituntaskan pada 2029.
Setelah itu, mulai 2030, fokus pembangunan akan diarahkan pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan.(HR)


