Lingkup.id Serba - Serbi Informasi Jeritan Pegawai KONI Subang: Tujuh Bulan Belum Terima Gaji, Berjuang Penuhi Kebutuhan Hidup
Informasi Jawa Barat Olahraga & Kesehatan Pemerintah Peristiwa Subang

Jeritan Pegawai KONI Subang: Tujuh Bulan Belum Terima Gaji, Berjuang Penuhi Kebutuhan Hidup

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, SUBANG – Belasan pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengaku belum menerima gaji selama tujuh bulan, terhitung sejak Januari hingga Juli 2026.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pegawai karena berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Salah seorang pegawai mengaku kesulitan menafkahi keluarga akibat belum dibayarkannya hak mereka.

“Gaji ini menjadi harapan untuk menafkahi keluarga. Tapi selama tujuh bulan belum dibayarkan, sehingga saya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, keterlambatan pembayaran gaji selama berbulan-bulan seharusnya tidak terjadi. Terlebih saat ini para pegawai juga dihadapkan pada meningkatnya kebutuhan menjelang tahun ajaran baru sekolah.

“Kami berharap bulan ini gaji bisa segera dicairkan dan keterlambatan seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya,” tambahnya.

Diketahui, pegawai KONI Kabupaten Subang yang terdampak terdiri dari staf administrasi, petugas kebersihan (office boy), dan petugas keamanan (satpam), dengan jumlah sekitar 18 orang.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab belum dibayarkannya gaji para pegawai tersebut. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, keterlambatan pembayaran gaji terjadi saat kepemimpinan KONI Kabupaten Subang berada di bawah Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Mulyana.

Selain itu, beredar informasi bahwa pada masa kepemimpinan Plt Ketua KONI diduga masih tersedia anggaran murni sekitar Rp250 juta yang diperuntukkan bagi operasional kantor, termasuk pembayaran gaji pegawai. Namun, anggaran tersebut disebut-sebut tidak dicairkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Kabupaten Subang maupun Mulyana belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan pembayaran gaji pegawai maupun penggunaan anggaran tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait.(HR)

Exit mobile version