September 14, 2026
Bandung, Jawa Barat
Olahraga & Kesehatan

Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Optimistis Raih Hasil Terbaik Meski Keterbatasan Anggaran

Lingkup.id – Bandung, Menjelang pelaksanaan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat, National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bandung terus memantau kesiapan para atlet dan cabang olahraga (cabor) melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev).

Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan monev terhadap 10 cabor. Dari keseluruhan cabor yang dipersiapkan, masih terdapat sekitar tujuh cabor yang akan menjadi sasaran monitoring berikutnya.

Menurut Yadi, secara umum kesiapan para atlet sudah berada di atas 90 persen. Namun, persoalan keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi psikologis atlet menjelang pertandingan.

“Secara kesiapan sebenarnya sudah lebih dari 90 persen. Tetapi setelah ada kabar mengenai kondisi anggaran yang sangat minim, otomatis psikologi mereka juga terganggu,” ujar Yadi.

Ia menjelaskan, kondisi anggaran untuk menghadapi Peparda kali ini berbeda jauh dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya di Kabupaten Bekasi. Saat itu, anggaran yang tersedia mencapai sekitar Rp11 miliar dan Kota Bandung berhasil finis di posisi ketiga.

Sementara untuk Peparda kali ini, NPCI Kota Bandung hanya mendapat anggaran murni sekitar Rp7,5 miliar. Kondisi tersebut dinilai cukup berat karena Kota Bandung memiliki target untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi, terlebih dalam posisi sebagai tuan rumah pendukung.

“Dikasih Rp11 miliar saja juara ketiga waktu itu. Sekarang dengan anggaran Rp7,5 miliar, kita dituntut juara satu. Selisihnya jauh sekali,” katanya.

Meski demikian, Yadi menegaskan pihaknya tidak ingin menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk kehilangan optimisme. Ia terus memberikan motivasi kepada atlet dan pengurus cabor agar tetap fokus mempersiapkan diri.

Dalam setiap monev, Yadi juga menyampaikan kondisi sebenarnya kepada para atlet. Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya sebagai atlet, mulai dari tingkat daerah hingga internasional, untuk memberikan pemahaman mengenai perjuangan seorang atlet dalam meraih prestasi.

Menurutnya, olahraga prestasi membutuhkan proses dan pengorbanan. Bahkan sebelum mendapatkan penghargaan atas prestasinya, seorang atlet tidak jarang harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mengikuti berbagai kejuaraan.

“Saya sampaikan pengalaman saya sebagai atlet dari mulai atlet tingkat RT sampai internasional. Saya alami sendiri bagaimana perjuangannya. Olahraga prestasi itu ketika ada reward, tentu harus ada prestasi yang dicapai,” tuturnya.

Yadi berharap para atlet dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi NPCI Kota Bandung. Ia menegaskan keterbatasan anggaran bukan disebabkan kurangnya perhatian pemerintah maupun pengurus terhadap atlet disabilitas.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung, DPRD, Dispora, hingga jajaran pengurus NPCI tetap memberikan perhatian. Namun, kondisi keuangan daerah saat ini membuat ruang gerak pembiayaan menjadi sangat terbatas.

Di sisi lain, NPCI Kota Bandung masih berupaya mencari sumber pendanaan tambahan, salah satunya melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita tetap berupaya. Saya tidak mau mudah berjanji kalau memang belum pasti. Mudah-mudahan upaya Pak Wali yang disampaikan melalui Sekdis untuk mencari tambahan dari CSR bisa berhasil,” kata Yadi.

Ia juga menyoroti besaran uang transport yang diterima atlet. Menurutnya, dukungan tersebut perlu mendapat perhatian agar kebutuhan atlet selama mengikuti persiapan maupun pertandingan dapat terpenuhi secara layak.

Dari 10 cabor yang telah dimonitor, Yadi menyebut cabor judo menjadi salah satu yang paling berkesan. Ia menilai para atlet judo cukup kritis dalam menyampaikan aspirasi dan harapan mereka.

Menurut Yadi, sikap kritis tersebut merupakan hal yang wajar dan justru menunjukkan kepedulian atlet terhadap persiapan menuju Peparda.

“Di judo anak-anaknya kritis. Tapi mereka menyampaikan harapan, dan bagi saya itu wajar. Setelah selesai kita tetap bersalaman dan ngobrol biasa,” ujarnya sambil berseloroh.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Yadi memastikan NPCI Kota Bandung tetap bertekad memberikan hasil terbaik pada Peparda Jawa Barat. Ia berharap semangat atlet tidak surut dan seluruh persiapan dapat berjalan maksimal hingga hari pertandingan.

“Kondisi apa pun, saya tetap optimistis, tetap bertekad dan tetap semangat untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Bandung,” pungkasnya.***(Red).

    Lingkup.id Banner Iklan 960 x 150 px