Lingkup.id, Bandung – Di tengah dinamika yang sempat memanas, Musyawarah Daerah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia Jawa Barat akhirnya melahirkan kepemimpinan baru. Digelar di Karsaland, Sabtu (14/2/2026), forum tersebut menetapkan Epriyanto Kasmuri sebagai Ketua PERBASI Jabar periode empat tahun ke depan.
Meski sidang pleno berlangsung alot—terutama saat pembahasan tata tertib dan penetapan calon ketua—Musda tetap berujung pada keputusan aklamasi. Dari 26 pemilik hak suara, sebanyak 15 kabupaten/kota menyatakan dukungan, melampaui syarat kuorum 50 plus 1.
Situasi sempat diwarnai walkout sejumlah pengurus cabang dan pengurus kota. Namun menjelang penutupan, forum kembali memenuhi kuorum dan proses pengambilan keputusan berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Epriyanto menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi. Ia menegaskan seluruh tahapan pencalonan telah ditempuh sesuai aturan, termasuk kelengkapan administrasi dan persyaratan lainnya.
“Dinamika itu biasa dalam organisasi. Yang penting semuanya tetap dalam koridor aturan,” ujarnya.
Alih-alih larut dalam perbedaan pilihan, Epriyanto memilih menatap ke depan. Ia menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh pengcab dan pengkot tanpa membedakan sikap politik saat Musda.
Sebagai langkah awal, ia berencana memberikan lisensi wasit gratis bagi dua orang di setiap kabupaten/kota. Program tersebut diklaim sebagai bentuk pemerataan pembinaan sekaligus upaya memperkuat kualitas perangkat pertandingan di daerah.
“Semua 27 kabupaten/kota akan diperlakukan sama. Tidak ada perbedaan,” tegasnya.
Untuk menyusun struktur kepengurusan, Epriyanto menunjuk Henry Yudi dan Dian sebagai tim formatur. Ia memastikan proses seleksi calon pengurus dilakukan secara profesional melalui wawancara individual guna menyelaraskan visi dan misi organisasi.
Dalam waktu 14 hari, susunan kepengurusan akan diajukan ke KONI untuk mendapatkan rekomendasi sebelum diterbitkan SK dari DPP. Pelantikan ditargetkan berlangsung pada April mendatang, usai Idulfitri.
Lebih jauh, ia menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari kerja sama dengan perguruan tinggi, rumah sakit, BPJS Ketenagakerjaan, hingga penguatan kemitraan media. Fokus tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang lebih terbuka, modern, dan profesional.
Dengan berakhirnya Musda, perhatian kini tertuju pada konsolidasi internal dan realisasi janji pembenahan. Tantangan berikutnya bukan lagi soal dinamika forum, melainkan bagaimana membawa bola basket Jawa Barat melangkah lebih kompetitif dan terstruktur di bawah kepemimpinan baru.***(Red)


