Lingkup.id Jawa Barat Tasikmalaya Code Stroke RSUD KHZ Musthafa Selamatkan Pasien Stroke Akut, Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur Buktikan Hasil Nyata
Tasikmalaya

Code Stroke RSUD KHZ Musthafa Selamatkan Pasien Stroke Akut, Layanan Trombolisis Pertama di Priangan Timur Buktikan Hasil Nyata

Banner Iklan 1400 x 181

Lingkup.id, Tasikmalaya – Kecepatan penanganan menjadi faktor penentu keselamatan pasien stroke akut. Hal tersebut dibuktikan RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya melalui layanan Code Stroke yang didukung terapi trombolisis, sehingga berhasil menyelamatkan sejumlah pasien stroke infark akibat sumbatan pembuluh darah di otak.

Keberhasilan tersebut sekaligus menandai hadirnya layanan trombolisis pertama di wilayah Priangan Timur yang diterapkan secara terpadu melalui sistem penanganan cepat lintas profesi kesehatan.

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan hingga saat ini rumah sakit telah berhasil menangani tiga pasien stroke menggunakan metode trombolisis dengan hasil pemulihan yang sangat baik.

Menurutnya, terapi trombolisis merupakan tindakan medis untuk melarutkan sumbatan pembuluh darah otak sehingga aliran darah dapat kembali normal sebelum terjadi kerusakan permanen.

“Penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin. Dengan trombolisis, sumbatan pembuluh darah bisa dihancurkan sehingga aliran darah kembali normal. Peluang kesembuhan pasien akan jauh lebih besar jika ditangani dalam waktu kurang dari beberapa jam sejak gejala muncul,” ujarnya.

Ia menjelaskan, RSUD KHZ Musthafa telah membangun sistem koordinasi lintas tim yang melibatkan dokter spesialis saraf, dokter bedah saraf, dokter IGD, perawat, laboratorium, radiologi hingga farmasi. Berbagai pelatihan dan simulasi juga dilakukan agar seluruh tenaga kesehatan memahami prosedur penanganan stroke akut secara cepat dan terintegrasi.

Selain itu, rumah sakit telah menyediakan obat trombolitik yang menjadi komponen utama dalam terapi trombolisis.

“RSUD KHZ Musthafa menjadi rumah sakit pertama di Priangan Timur yang membuka layanan trombolisis sebagai bagian dari pelayanan stroke akut kepada masyarakat,” katanya.

Dr. Eli menuturkan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan respons sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Petugas medis melakukan identifikasi awal dalam waktu kurang dari 10 menit sebelum pasien menjalani pemeriksaan CT Scan untuk memastikan lokasi sumbatan di otak.

Setelah diagnosis ditegakkan, pasien kemudian dibawa ke ruang Stroke Corner untuk mendapatkan terapi trombolisis sesuai indikasi medis.

“Semua tahapan sudah memiliki alur yang jelas. Begitu pasien datang, tim langsung bergerak cepat mulai dari IGD, CT Scan, hingga pemberian terapi,” jelasnya.

Keberhasilan layanan tersebut dirasakan langsung oleh keluarga pasien. Nia, keluarga pasien asal Leuwisari, mengaku bersyukur atas penanganan cepat yang diberikan tim medis RSUD KHZ Musthafa terhadap ayahnya yang mengalami stroke hingga kehilangan kemampuan berbicara dan sulit merespons komunikasi.

“Awalnya ayah saya menjalani beberapa kali pemeriksaan hingga akhirnya dokter memastikan ada penyumbatan pembuluh darah di otak. Sebelum mendapatkan penanganan, beliau tidak bisa bicara dan hampir tidak memberikan respons sama sekali,” katanya.

Setelah mendapatkan terapi trombolisis, kondisi pasien mengalami perubahan yang sangat signifikan.

“Alhamdulillah, setelah ditangani dengan cepat di RSUD KHZ Musthafa, sekitar satu jam kemudian ayah saya sudah mulai bisa berbicara dan mengobrol kembali,” ungkapnya.

Keberhasilan serupa juga dialami pasien asal Ciawi, Nyonya S (35), yang selamat dari serangan stroke meski sebelumnya telah dua kali mengalami stroke dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

“Saya dikira gak akan sadar lagi. Alhamdulillah dibawa kesini lagi sadar sejam pas dikasih obat sama dokternya. Alhamdulillah,” kata S.

Dokter Spesialis Neurologi RSUD KHZ Musthafa, dr. Bili Muchamad Ramdani, menjelaskan salah satu pasien yang berhasil ditangani datang pada dini hari, 17 Juni 2026, dengan kondisi kelemahan anggota gerak sebelah kanan disertai penurunan kesadaran.

Pasien tersebut langsung ditangani Tim Code Stroke yang dibentuk khusus untuk menangani kasus stroke akut secara cepat dan terintegrasi.

“Begitu pasien datang, kami bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari setengah jam seluruh pemeriksaan dan penilaian selesai dilakukan. Setelah obat trombolisis diberikan, perbaikannya sangat signifikan,” ujar dr. Bili.

Menurutnya, perubahan kondisi pasien umumnya mulai terlihat dalam waktu satu hingga dua jam setelah terapi diberikan.

“Dalam 1 sampai 2 jam setelah pemberian obat, perbaikan fungsi tubuh pasien sudah mulai tampak secara nyata,” katanya.

Ia menambahkan, terapi trombolisis dapat diberikan kepada pasien yang memenuhi kriteria medis tertentu, termasuk berusia di bawah 80 tahun dan datang dalam masa emas penanganan stroke atau golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

“Bahkan ada pasien yang usianya lebih muda dan mendapatkan trombolisis. Hasilnya sangat baik, hanya dalam waktu sekitar satu jam sudah terlihat perbaikan yang signifikan,” jelasnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf RSUD KHZ Musthafa, dr. Indra Gunawan, memastikan kedua pasien yang berhasil ditangani datang dengan gejala khas stroke akut berupa kelumpuhan anggota gerak secara mendadak disertai gangguan bicara. Menurutnya, kesigapan keluarga membawa pasien ke rumah sakit menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi.

“Semua pihak bergerak kunci sukses penanganan penyakit strike termauj jekuadga,” kata dr Indra.

Ia menambahkan, keberhasilan layanan trombolisis di RSUD KHZ Musthafa merupakan implementasi penguatan layanan penyakit katastropik yang terus didorong Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA dengan mengedepankan sistem Code Stroke.

“Code stroke jadi kunci penyelematan pasien yang dilakukan rumah sakit kami para dokter stanbye 24 jam,” kata Dr indara Gunawan.

Dengan hadirnya layanan trombolisis dan sistem Code Stroke, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya serta wilayah Priangan Timur kini memiliki akses terhadap penanganan stroke akut yang lebih cepat, tepat, dan sesuai standar medis sehingga risiko kecacatan maupun kematian akibat stroke dapat ditekan secara signifikan.

 

Exit mobile version